Resmikan Perpustakaan ke-100,TB Pelangi Beri Akses Bacaan 26 ribu Anak

Kompas.com - 21/09/2018, 22:46 WIB
Asisten I Sekretariat Daerah Pemda Kabupaten Ende, Cornelis Wara mewakil Bupati Ende, Marselus Y Petu didampingi Pendiri Taman Bacaan Pelangi sekaligus Perpustakaan Raman Anak, Nila Tanzil meresmikan Taman Bacaan Pelangi dan Perpustakaannya yang ke-100 di SDK Nangapanda 1, Ende, Flores, NTT, Kamis (13/9/2018). (KOMPAS.com/Markus Makur) KOMPAS.com/Markus MakurAsisten I Sekretariat Daerah Pemda Kabupaten Ende, Cornelis Wara mewakil Bupati Ende, Marselus Y Petu didampingi Pendiri Taman Bacaan Pelangi sekaligus Perpustakaan Raman Anak, Nila Tanzil meresmikan Taman Bacaan Pelangi dan Perpustakaannya yang ke-100 di SDK Nangapanda 1, Ende, Flores, NTT, Kamis (13/9/2018). (KOMPAS.com/Markus Makur)

LABUAN BAJO,KOMPAS.com-Kemampuan membaca adalah modal dasar anak dalam mewujudkan potensi diri. Untuk mengembangkan kemampuan tersebut, anak perlu memiliki akses ke buku berkualitas.

Sayangnya, dari 170.647 sekolah dasar di Indonesia, hanya 45,9 persen yang memiliki perpustakaan.

Hal ini tentunya berpengaruh terhadap skor Program for International Student Assessment ( PISA) siswa-siswi Indonesia dalam hal membaca yang berada di peringkat 64 dari 70 negara .

Menyadari hal tersebut, Taman Bacaan Pelangi ( TB Pelangi) giat memfokuskan diri pada pendirian perpustakaan ramah anak serta memberikan pelatihan guru di daerah terpencil di Indonesia Timur sejak tahun 2009.

Minggu lalu, TB Pelangi meresmikan perpustakaannya yang ke-100. Peresmian dilakukan di SDK Nangapanda 1, Ende, Nusa Tenggara Timur.

Dengan diresmikannya perpustakaan ramah anak Taman Bacaan Pelangi yang ke-100, sebanyak 26.000 anak di 17 pulau di Indonesia Timur kini sudah mendapatkan akses buku bacaan yang berkualitas. Lebih dari 1.000 guru sudah mendapatkan pelatihan tentang sistem pengelolaan perpustakaan ramah anak dan program literasi anak.

Baca juga: Selain Perpusnas, Ini Dua Perpustakaan Tertinggi di Dunia
Founder Taman Bacaan Pelangi Nila Tanzil menyatakan, perjalanan panjang mendirikan 100 perpustakaan ramah anak di berbagai daerah pelosok di Indonesia Timur menunjukkan rasa cinta yang besar dari berbagai pihak kepada kemajuan anak-anak di daerah pelosok.

"Terima kasih kepada semua pihak yang terus mendukung kami selama ini, baik pihak sekolah, orangtua siswa, pemerintah daerah, para relawan, penyandang dana, hingga masyarakat luas. Tanpa mereka, semua capaian ini tidak mungkin terwujud,” kata Nila Tanzil kepada Kompas.com di Labuan Bajo, Jumat (21/9/2018).

Tanzil menjelaskan, peresmian perpustakaan ke-100 tersebut merupakan bagian dari rangkaian peresmian perpustakaan siklus ketiga proyek TB Pelangi dengan dana dari Room to Read, sebuah LSM internasional dalam bidang pendidikan.

Pada siklus ini, TB Pelangi mendirikan 20 perpustakaan di Kabupaten Ende. Sebelumnya, pada siklus kedua, TB Pelangi telah membuka 18 perpustakaan di Kabupaten Ende. Pada siklus pertama, ada 12 perpustakaan di Kabupaten Manggarai Barat.

“Kami bangga konsep perpustakaan ramah anak telah diterapkan di Ende. Kami percaya bahwa perubahan dunia dimulai dari anak-anak yang berpendidikan. Melalui kerjasama dengan Taman Bacaan Pelangi, kami berkomitmen untuk membantu meningkatkan kebiasaan dan kemampuan membaca anak-anak di Indonesia,” kata Joel Bacha, Accelerator Project Director Room to Read, partner utama dan donor untuk project yang dilakukan oleh Taman Bacaan Pelangi di Kabupaten Ende, Flores.

Momentum peresmian perpustakaan ke-100 ini dimanfaatkan oleh TB Pelangi untuk menilik capaian selama ini.

Dan, langkah ke depan untuk mewujudkan visi TB Pelangi menyemangati anak-anak dalam menyadari mimpi, meningkatkan kemampuan yang berguna bagi diri dan sekitarnya, memutus rantai kemiskinan, dan meletakkan dasar perdamaian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X