BPJS Kesehatan: Pelanggan Mandiri Tunggak Bayar Premi Rp 38 Miliar

Kompas.com - 21/09/2018, 07:49 WIB
BPJS Kesehatan Pramdia Arhando/Kompas.comBPJS Kesehatan

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Tunggakan premi pelanggan yang harus ditagih BPJS Kesehatan Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung mencapai Rp 38 miliar.

Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Pangkal Pinang Anugrah Maha Putra mengatakan, seluruh tunggakan berasal dari segmen peserta mandiri, meliputi kelas 1, 2 dan 3.

“Peserta wajib membayar iuran tanggal 10 setiap bulannya. Tapi banyak yang belum sadar dengan sistem gotong royong yang kita bangun ini,” kata Anugrah saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (21/9/2018).

Baca juga: 3 Fakta di Balik Kasus Klaim BPJS Kesehatan yang Terlambat di Karawang

Dia mengungkapkan, pegawai melakukan telepon langsung secara personal kepada peserta yang menunggak. Namun, jumlah tunggakan nilainya masih cukup tinggi.

Iuran premi yang harus dibayarkan pemegang kartu berkisar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 setiap bulannya.

Berkurangnya uang masuk (cash in) dari premi mandiri membuat BPJS Pangkal Pinang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan biaya lainnya.

Saat ini di Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebanyak 999.611 warga yang terdaftar di BPJS Kesehatan. Angka tersebut mencapai 75 persen dari total jumlah penduduk “Bumi Serumpun Sebalai’.

“Khusus Kabupaten Belitung telah termasuk Universal Health Coverage dengan penjaminan di atas 95 persen,” ujarnya.

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X