Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/09/2018, 07:30 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko meminta perdebatan terkait impor beras antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Wasiso tak perlu diributkan lagi.

Menurut Moeldoko, kebijakan impor beras selalu dikaitkan dengan ketersediaan riil yang dimiliki bulog. Untuk mengetahui kondisi riil, kata Moeldoko, bisa dihitung dari jumlaj panen dalam setiap bulannya.

"Karena kita saat ini tiap bulan hampir panen. Ada sebuah perubahan pola. Kalau dulu kita mengenal ada panen raya yang besar. Sekarang ini panen relatif sedikit. Sehingga curve itu kalau kita lihat semakin mengecil," ungkap Moeldoko di Surabaya, Kamis (20/9/2018).

"Kalau dulu pada bulan Maret-April tinggi sekali karena panen raya, empat bulan berikutnya curvenya turun lagi dan pada akhir tahun curvenya juga turun lagi," tuturnya.

Baca juga: Soal Ribut Impor Beras, Jokowi Minta Menko Darmin Panggil Mendag dan Dirut Bulog

Masih menurut Moeldoko, ketersediaan beras saat ini relatif dan tergantung dengan cadangan beras yang dimiliki. Karena itu, bila cadangan beras menurun, lanjut dia, berarti pemerintah memang harus melakukan impor.

"Karena kebutuhan beras nasional kita cukup besar. Menurut saya impor atau tidak itu adalah sesuatu hal yang tak perlu diributkan. Karena semuanya itu punya kepentingan," jelasnya.

Sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko memahami petani punya kepentingan untuk tidak impor.

Tetapi, bila impor tidak dilakukan, kata Moeldoko, harga beras akan meningkat dan masyarakat akan berteriak.

Baca juga: Normalkan Harga Pasaran, Beras Bulog Sulsel Disuplai ke Enam Provinsi

"Ini dilema bagi Presiden (Jokowi) pada satu sisi. Pemerintah ingin menjaga keseimbangan, itu saja," terangnya.

"Kaki saya satu di HKTI satunya lagi di pemerintah. Tapi saya harus berani menjelaskan kepada petani, bahwa kebutuhan nasional masih memerlukan impor. Agar apa, harga beras bisa terjaga dengan baik," kata dia.

Sebab, kalau harga beras dan harga kebutuhan pokok lainnya meningkat, kemiskinan akan ikut tertarik.

Oleh karena itu, sambung Moeldoko, pemerintah berupaya semaksimal mungkin agar beras, yang menjadi konsumsi bangsa Indonesia, tetap terjaga dengan baik.

"Jadi sudah enggak perlu dibicarakan lagi perdebatan antara dirut bulog dengan mendag," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendorong Pembangunan KA Tegineneng - Bakauheni

Mendorong Pembangunan KA Tegineneng - Bakauheni

Regional
Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.