Kompas.com - 21/09/2018, 05:30 WIB
Ketua Kowani Giwo Rubianto usai menutup Kongres ICW di Borobudur Magelang, Rabu (19/9/2018). KOMPAS.com/IKA FITRIANA Ketua Kowani Giwo Rubianto usai menutup Kongres ICW di Borobudur Magelang, Rabu (19/9/2018).

MAGELANG, KOMPAS.com — Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo kembali menegaskan bahwa istilah "emak-emak" terkesan melecehkan untuk panggilan seorang perempuan.

Istilah ini cenderung hanya sebagai bahan guyonan tanpa makna yang luhur.

"Emak-emak kesannya melecehkan, karena kita (perempuan) ibu bangsa sejati sebagai tokoh bangsa, istilah itu hanya candaan, humor, nuansa populer, kita enggak bisa sebagai perempuan dilecehkan," ungkap Giwo seusai menutup Kongres Dewan Perempuan Internasional (ICW) di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (19/9/2018) sore.

Giwo menyatakan, "Ibu Bangsa" merupakan hasil kongres perempuan Indonesia yang digelar dengan penuh perjuangan pada tahun 1935.

Baca juga: Kami Tidak Mau Perempuan Indonesia Dibilang Emak-emak

 

Tugas perempuan saat ini, lanjut Giwo, adalah bagaimana meneruskan perjuangan perempuan-perempuan menuntut hak sekaligus ikut terlibat dalam pembangunan bangsa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ibu bangsa lahir dari kongres perempuan 1935, bahwa perempuan Indonesia harus jadi ibu bangsa. Kowani lahir tahun 1928 mendapat amanah untuk ikut meningkatkan harkat martabat kaum peremuan, yakni berkarakter dan membela negara," tandasnya.

"Sudah lebih 90 tahun (setelah kongres perempuan 1935), apa yang sudah kita perbuat untuk perempuan Indonesia," sambung Giwo.

Menurutnya, meski saat ini seloroh "emak-emak" makin populer untuk menyebut perempuan, Kowani tetap berpegang pada konsep "ibu bangsa". Konsep ini yang harus diaplikasikan baik sebagai individu, ibu, istri, maupun sebagai anggota dalam masyarakat.

Baca juga: Jokowi Setuju Perempuan Indonesia Bukan Emak-emak, melainkan Ibu Bangsa

"Kita ingin punya peran bagi lingkungan, sekecil apa pun punya arti bagi bangsa, menjadi kebanggan dan role model. Jangan panggil kita emak-emak, tapi Ibu Bangsa," ujarnya.

Sebelumnya, Giwo menyatakan penolakan penggunaan istilah "The Power of Emak-emak" yang banyak ditujukan kepada kaum perempuann Indonesia. Penolakan itu disampaikan Giwo saat memberikan sambutan dalam pembukaan International Council of Women ke-35 di Yogyakarta, Jumat (14/9/2019).

Kongres itu juga dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejumlah pihak menilai Giwo menyatakan penolakan itu karena ada Jokowi di kongres tersebut.

Namun, Giwo menampik pendapat tersebut. Ia menegaskan Kowani tidak boleh berpolitik praktis. Kowani murni berisi aktivis-aktivis perempuan dari berbagai elemen, mulai pengusaha, Bhayangkari, Persit, hingga akademisi.

"Tidak ada kaitannya dengan kehadiran Bapak Presiden. Kita tegaskan Kowani tidak berpolitik. Kita juga minta jangan mau perempuan-perempuan dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu,"

Justru, kata dia, pada kongres itu Kowani menyampaikan kepada Presiden Jokowi deklarasi perempuan Indonesia yang berisi empat hal penting, yakni perempuan Indonesia antikorupsi, antinarkoba, antikekerasan, dan antiradikalisme. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X