Menhan Nilai Bela Negara Bisa Tangkal Paham Radikalisme

Kompas.com - 20/09/2018, 22:23 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memberikan sambutan pada acara lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tingkat pusat tahun 2018 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/9/2019). Handout Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memberikan sambutan pada acara lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tingkat pusat tahun 2018 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/9/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengajak generasi muda untuk melakukan bela negara dan cinta tanah air dengan berbagai inovasi dan kreativitas di era Revolusi Industri 4.0 ini.

“Saat ini generasi muda harus inovatif dan kreatif menggali potensi lokal agar memiliki manfaat lebih bagi bangsa dan negara," kata Ryamizard di Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/9/2019). 

"Dan itu merupakan bentuk bela negara dan cinta tanah air yang sesuai dengan perkembangan zaman,” tuturnya.

Menurut dia, bela negara yang dilakukan anak muda ini bisa berbentuk inovasi yang bermacam-macam sesuai dengan budaya di daerahnya masing-masing.

"Kalau di daerahnya masing-masing, ya sesuai akar budayanya mereka," ujarnya.

Baca juga: Bela Negara Itu Kehormatan, Jepang Justru Tak Beri Bonus untuk Atletnya

Menurut Ryamizard, adanya bela negara seperti lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA), bisa menangkal paham radikalisme di kalangan anak muda.

"Iya (bisa tangkal paham radikalisme). Kita menangkal kekuatan bersenjata gampang, tapi menangkal mindset itu tidak gampang," ujarnya.

Para peserta lomba PCTA, merupakan generasi muda terpilih dari 34 provinsi di Indonesia.

Kegiatan PCTA tingkat pusat tahun 2018 diisi berbagai kegiatan. Mulai dari lomba karya inovasi, unjuk seni budaya, pembekalan kewirausahaan, dan kunjungan ke industri ekonomi kreatif.



Terkini Lainnya


Close Ads X