Fakta di Balik "Curhat" Menristek, Sulit Mencetak Dokter hingga Perkara Jurnal Ilmiah

Kompas.com - 20/09/2018, 17:47 WIB
Menteri Ristek Dikti, M NAsir membuka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan di Universitas Negeri Gorontalo. Ratusan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia akan ditempatkan di Kabupaten Bone Bolango KOMPAS.COM/ROSYID AZHARMenteri Ristek Dikti, M NAsir membuka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan di Universitas Negeri Gorontalo. Ratusan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia akan ditempatkan di Kabupaten Bone Bolango

KOMPAS.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir, sempat di-bully  dan diprotes karena mengeluarkan kebijakan wajib menulis di jurnal berstandar internasional untuk para guru besar dan profesor

Namun saat ini, jurnal ilmiah dari kalangan akademisi Indonesia mendapat apresiasi di dunia internasional.

Nasir juga sempat menceritakan bagaimana sulitnya mencetak dokter agar bisa melayani di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

Berikut fakta di balik cerita Menristek Dikti saat menjadi keynote speech di acara "Relevansi Pendidikan Dokter untuk Mendukung Penyebaran Dokter ke Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T)” di Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Rabu (19/9/2018).

1. Sulitnya mencetak dokter di daerah 3T

Pemberian vaksin MR kepada siswa di SD Pitechi, Manokwari, Papua Barat pada Senin (27/8/2018). Shierine Wangsa Wibawa Pemberian vaksin MR kepada siswa di SD Pitechi, Manokwari, Papua Barat pada Senin (27/8/2018).

Salah satu masalah dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Indonesia di daerah 3T adalah kurangnya dokter. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

M Nasir mengatakan, ada sejumlah kendala yang meski dituntaskan, baik itu sumber daya manusia, infrastuktur hingga pelayanan kesehatan itu sendiri.

“Itu problem saya hadapi, kalau buka di daerah 3T itu kendala banyak, mulai SDM, infrastruktur, layanan akademik. Jalan keluarnya, perguruan tinggi yang berkualitas di Jawa-Bali untuk membantu di daerah terkait,” kata Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang itu, setelah acara diskusi.

Baca Juga: Cerita Menristek Paksa Profesor Menulis di Jurnal Ilmiah Internasional

2. Tingkat kelulusan dokter masih di bawah 50 persen

Ilustrasi doktermillionsjoker Ilustrasi dokter

Nasir mengatakan, calon dokter yang belajar di kampus-kampus besar di wilayah Indonesia Timur banyak yang tidak lulus.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.