Kompas.com - 19/09/2018, 19:49 WIB
Eko Purnomo (37) tengah memperlihatkan surat sertikat rumah saat ditemui di rumah kontrakannya. KOMPAS.com/AGIEPERMADIEko Purnomo (37) tengah memperlihatkan surat sertikat rumah saat ditemui di rumah kontrakannya.

BANDUNG, KOMPAS.com - Persoalan rumah Eko Purnomo yang berlokasi di RT 05 RW 06, Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujung Berung, Bandung akhirnya menemui titik terang.

Mediasi lanjutan yang dilakukan di Kantor Kecamatan Ujung Berung menghasilkan solusi. Salah satu tetangga Eko, keluarga almarhumah Imas dan ahli warisnya, memberikan akses jalan setelah pemerintah setempat melakukan upaya komunikasi.

Akses jalan seluas 1 meter itu merupakan bagian dari rumah Imas.

Pembuatan jalan ini dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Kota Bandung dengan membongkar sebagian rumah almarhum Imas, yang berlokasi tepat di belakang rumah Eko.

Dalam mediasi yang menghasilkan kesepakatan pembuatan jalan itu dihadiri unsur pemerintahan dan aparatur kewilayahan. Selain itu, hadir juga Eko, Sadli selaku makelar tanah dan perwakilan dari almarhum Imas.

Baca juga: Soal Polemik Rumah Eko Purnomo, Ridwan Kamil Siap Turun Tangan

Camat Ujung Berung Taufik menuturkan, hasil dari mediasi ini menghasilkan kesepakatan akan dibuatnya jalan sepanjang 6 meter dengan lebar 1 meter memanjang ke sebelah selatan rumah Eko.

Jalan tersebut dibuat dari samping kanan rumah almarhumah Imas.

"Solusi bisa diatasi dengan diberikannya jalan. Tuntutannya jadi sudah bisa diselesaikan," kata Taufik di sela-sela mediasi di Kantor Kecamatan Ujung Berung, Rabu (19/9/2018).

Sebelumnya, Plh Walikota Bandung Dadang Supriatna melakukan mengecek lokasi di wilayah rumah Eko.

Rumah almarhum Imas berada tepat di belakang rumah Eko dan terdapat celah sekitar 15 sentimeter. Bagian ini menjadi alternatif akses jalan masuk menuju rumah Eko, tembus di bagian sebelah kiri rumah Eko.

"Sudah kami koordinasikan dengan Dinas Tata Ruang dan unsur pemerintah untuk menyelesaikannya. Jalannya sudah ada, tinggal diperlebar saja," terangnya.

Untuk memperlebar jalan tersebut, pemerintah setempat harus membongkar bagian ujung rumah almarhum Imas dan rumah Eko.

Semua biaya pengerjaan itu, berikut perbaikan dua rumah yang dibongkar dan ditutup kembali seperti semula, akan ditanggung pemerintah.

"Itu kewenangan pemerintah, sekarang juga atau besok langsung bisa dieksekusi, jadi lebih cepat lebih baik. Harapannya ya sudah ada akses, sudah ada jalan ini jadi selesai," kata Dadang.

Kompas TV Ada hidangan masa kini lengkap dengan suasana cafe modern ala negeri gingseng, Korea Selatan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.