Rasio Dokter-Pasien di Daerah 3T Sebesar 1:2250

Kompas.com - 19/09/2018, 18:46 WIB
Menteri Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir (kiri) saat menjadi keynote speech Relevansi pendidikan dokter untuk mendukung penyebaran dokter ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T)? di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Rabu (19/9/2018). KOMPAS.com/NAZAR NURDINMenteri Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir (kiri) saat menjadi keynote speech Relevansi pendidikan dokter untuk mendukung penyebaran dokter ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T)? di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Rabu (19/9/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir mengaku sedih melihat pelayanan kesehatan di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) di Indonesia belum layak.

Hal ini salah satunya karena minimnya jumlah dokter yang bertugas di daerah 3T tersebut.

Saat ini, rasio dokter dengan pasien di daerah 3T, 1:2.250 atau 1 dokter berbanding 2.250 orang. Jumlah itu lebih baik dibanding tahun 2002 sebesar 1:2.500.

Mengutip WHO, jumlah ini terbilang rendah. Sebab rasio di Malaysia 1:950 pasien dan Singapura 1:500.


Baca juga: Kisah Menristek Dikti Kesulitan Cetak Dokter di Daerah Terluar

“Itu data 2002, yang buat Dirjen saya, yang dulu di WHO. Saya tanya apa itu masih relevan? Iya. lalu saya panggil Sekjen Kemenkes. Ternyata masalah di kita itu salah satunya distribusi dokter,” ujar Nasir di Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Rabu (19/9/2018).

Nasir menceritakan perjalanannya ke pulau terluar di Maluku Tenggara. Dokter di sana kerja Senin-Jumat dan akhir pekan tidak ada di lokasi.

"Ternyata itu yang masalah. Kalau hari libur, dokter balik ke Ambon, kalau ada warga sakit lalu gimana?” tandasnya.

Nasir menjelaskan, persoalan penyiapan tenaga kesehatan terutama dokter di daerah 3T menjadi masalah tersendiri. Selain sumber daya yang minim, infrastruktur daerah itu pun belum memadai.

Baca juga: Dokter Gigi, Cita-cita Bocah Nursaka yang Bolak-balik Malaysia-Indonesia demi Sekolah (5)

Sulitnya mencetak dokter diakui masih terjadi. Untuk itu, ia meminta Fakultas kedokteran di perguruan tinggi untuk tetap memperhatikan kualitas dari calon dokter.

Perguruan tinggi juga diminta untuk tidak konflik di tingkat pimpinan atau yayasan.

“Melihat banyak calon dokter belum lulus itu salah satunya karena konflik kepemimpinan di kampus. Saya minta jangan sampai ada konflik. Kalau itu terjadi, yang menjadi korban mahasiswa. Harus dijaga hubungan yayasan dan universitas,” tandasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Regional
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Regional
Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Regional
4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

Regional
[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

Regional
Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Regional
Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Regional
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Regional
Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Regional
Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Regional
Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Regional
Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Regional
Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Regional
Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Hilang Kontak di Laut Maluku Sejak Sepekan Lalu

Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Hilang Kontak di Laut Maluku Sejak Sepekan Lalu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X