Terlibat Penipuan Tes Masuk Polri, Seorang Polwan Ditahan

Kompas.com - 19/09/2018, 13:00 WIB
Ilustrasi polisi Malaysia. AFP / MANAN VATSYAYANAIlustrasi polisi Malaysia.

SURABAYA, KOMPAS.com - Seorang Polwan diduga terlibat penipuan tes masuk anggota Polri. Polwan berinisial S berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) itu meminta Rp 300 juta kepada korban sebagai syarat masuk anggota Polri.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, Ipda S bertugas di Subdit Provost Polda Jatim. Saat ini ia ditahan dan diperiksa Propam Polda Jatim.

"Senin lalu kemarin diperiksa dan ditahan," ucap Frans, Rabu (19/8/2018).

Informasi yang dihimpun dari Polda Jatim, Ipda S diduga menjanjikan lulus tes masuk calon bintara Polri kepada keluarga MA, warga Sidotopo Lor, Surabaya 2017 lalu.


Baca juga: Waspada Modus Penipuan Paket, Apa yang Harus Dilakukan?

Korban punya 2 cucu yang mengikuti tes jalur Bintara Polri pada Maret 2017, namun tidak lulus.

Mengaku kenal dekat dengan seorang jenderal, Ipda S menjanjikan kelulusan untuk dua cucu pelaku pada rekrutmen susulan di Kalimantan atau Aceh.

Untuk melancarkan tes kelulusan, Ipda S menyebut uang Rp 300 juta per peserta dari nilai semula Rp 500 juta per peserta. Dari 3 kali pembayaran, total sudah sekitar Rp 460 juta yang ditransfer korban ke rekening Ipda S.

"Sudah sekitar Rp 460 juta yang masuk," singkat Barung.

Baca juga: Bos Hiburan Malam Jadi Tersangka Penipuan Jual Beli Tanah

Antara korban dan Ipda S sempat melakukan meditasi. Ipda S berjanji akan mengembalikan uang tersebut pada September tahun ini.

Korban pun melaporkan aksi polwan tersebut ke Propam Polda Jatim. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X