Polisi Sulit Identifikasi Terduga Pembunuh Bocah yang Ditemukan di Kontrakan

Kompas.com - 18/09/2018, 17:33 WIB
Kontrakan tempat Ririn ditemukan tak bernyawa di Kampung Rawasari, RT 001 RW 002, Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Sabtu (15/9/2018) lalu, dipasang garis polisi. KOMPAS.com/FARIDA FARHANKontrakan tempat Ririn ditemukan tak bernyawa di Kampung Rawasari, RT 001 RW 002, Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Sabtu (15/9/2018) lalu, dipasang garis polisi.

KARAWANG, KOMPAS.com-Polisi kesulitan mengidentifikasi terduga pelaku pembunuh Ririn Agustin, gadis 11 tahun yang ditemukan tewas di kontrakan tetangganya, Kampung Rawasari, RT 001 RW 002, Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Sabtu (15/9/2018) lalu.

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya mengungkapkan, pihaknya kesulitan melakukan identifikasi lantaran terduga pelaku yang mengontrak persis di depan rumah orang tua Ririn, sengaja mengaburkan identitas.

"Saat mengontrak ia (terduga kuat pelaku) tidak mengumpulkan KTP sehingga tidak terdata sebagai penduduk sekitar. Saat pergi ia juga membawa semua barang yang merujuk pada identitas, seperti foto yang dipigura juga dibawa," ujar Slamet ditemui di Mapolres Karawang, Selasa (18/9/2018).

Terlebih lagi, kata dia, para tetangga tidak ada yang akrab dengan terduga pelaku. Warga tidak yakin jika nama yang dilontarkannya asli.

"Tetangga sekitar kontrakan juga tidak ada yang akrab," katanya.

Baca juga: Sebelum Hilang dan Ditemukan Meninggal, Bocah SD Ini Sempat Beli Rokok

Selain itu, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah Ririn mengalami pemerkosaan. Sebab, hasil visum resmi belum keluar.

"Kami belum menerima hasil visum resmi . Adanya luka di kepala hingga bahu korban merupakan hasil koordinasi awal," katanya.

Ketidakakraban terduga pelaku dengan para tetangga juga diakui paman Ririn, Ahmad. Terduga pelaku baru mengontrak di tempat itu sekitar dua bulan.

"Hanya menyapa biasa. Tapi tidak akrab dan ngobrol lama. Sama tetangga sebelah kontrakan juga tidak akrab. Kami juga tidak tahu namanya," ungkap Ahmad.

Ahmad menyebut, pada Kamis (13/9/2018) sore terduga pelaku masih berada di kontrakan.

"Ia kelihatan ada. Sedang memasang antena TV," katanya.

Kompas TV Sebelum hilang dan kemudian tewas, gadis cilik ini terakhir kali berpamitan kepada orang tuanya untuk les.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X