Cerita Siswa SMK Dapat Bantuan Usai Curhat di Instagram Ridwan Kamil

Kompas.com - 18/09/2018, 14:44 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menekan tombol sirine dalam acara peluncuran program Jabar Quick Response di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (17/9/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jabar Ridwan Kamil saat menekan tombol sirine dalam acara peluncuran program Jabar Quick Response di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (17/9/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Evril Rizki Nawawi (15), siswa kelas I SMKN 5 Bandung hadir dalam peluncuran program Jabar Quick Response (JQR) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (18/9/2018).

Ridwan Kamil sengaja mengundang Evril untuk menceritakan kisahnya yang mendapat bantuan setelah curhat lewat akun sosial instagram pribadinya.

Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa ia melahirkan program JQR.

Pria yang akrab disapa Emil ini menemukan curhatan Evril. Evril berkeluh kesah soal kondisi ekonomi keluarganya yang anjlok setelah empat tahun kematian ayahnya.

Baca juga: Luncurkan Jabar Quick Respons, Ridwan Kamil Ingin Negara Cepat Tanggap

"Ini sedikit cerita soal Ervril. Dan yang seperti ini banyak. Hari ini kita harus jadi negara yang beradab membentuk sistem pertolongan," kata Emil dalam pidato peluncuran program JQR.

Saat ditemui seusai acara, Evril mengaku terpaksa meminta bantuan Emil yang saat itu masih menjabat wali kota Bandung.

Karena saat itu, kondisi ekonomi keluarganya sangat kekurangan. Ia bahkan nyaris putus sekolah.

"Saya komentar di postingan Ridwan Kamil, sudah cukup lama. Isinya minta bantuan untuk keluarga buat biaya sekolah. Saya lapor karena kasihan sama ibu," ucapnya.

Sebetulnya, Evril tak berharap keluhannya direspons Emil. Namun ia terkejut setelah curhatannya dibalas Emil.

Baca juga: Ridwan Kamil Minta PNS yang Tak Penuhi Target Mengundurkan Diri

"Jadi waktu itu coba lapor di kolom komentar Ridwan Kamil, saya komen saja. Dua menit langsung dibalas, stafnya suruh menindaklanjuti," kata Evril semringah.

Ibunda Evril, Evi (40) menuturkan, setelah suaminya meninggal ia pun berperan ganda.

Evi bekerja serabutan untuk menyambung kebutuhan hidup tiga anaknya. Tak lama setelah laporan Evril diterima, ia dan anak-anaknya diminta datang ke Balai Kota.

"Besoknya alhamdulilah disuruh ke Balai Kota pas di sana ada bantuan dari Baznas. Tadinya saya minta bantuan yang bayar SPP tapi bantuanya hanya bayar tunggakan ke sekolah dan beli buat seragam," tuturnya.

"Kirain mau tiap bulan, ternyata enggak. Karena itu bantuan titipan zakat. Tapi segitu juga sudah alhamdulillah," jelasnya. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X