Kompas.com - 17/09/2018, 18:51 WIB
Kirab Kebo bule saat malam satu suro di Solo, Kamis (15/10/2015). KOMPAS.COM/ M WismabrataKirab Kebo bule saat malam satu suro di Solo, Kamis (15/10/2015).

KOMPAS.com - Jelang tengah malam 1 Suro, iring-iringan tujuh ekor kebo bule Kiai Slamet keluar dari gerbang timur Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Lima orang “semut ireng” mengiringi sambil menyebar ketela untuk dimakan oleh kerbau-kerbau itu.

Ketujuh kerbau itu berada di urutan pertama sebagai pembuka jalan arak-arakan pusaka keraton mengelilingi kota Solo

Di belakang mereka, para abdi dalem yang terdiri dari beberapa perempuan keluar dari pintu utama Kori Kamandungan dengan membawa sesaji untuk diberikan kepada ketujuh kerbau tersebut.

Berikutnya, puluhan abdi dalem, kerabat keraton, dan keluarga keraton keluar dari pintu utama membawa 17 pusaka keraton.

Masyarakat antusias memadati kawasan keraton siap berebut sisa makanan dan minuman kerbau, bahkan berusaha meraih kotoran kerbau (tlethong).

Kirab malam 1 Suro merupakan salah satu tradisi keraton Surakarta yang digelar rutin setiap tahun.

Dikenal sebagai kota budaya, Surakarta yang lebih populer dengan sebutan Solo, kental dengan tradisi, adat dan budaya Jawa yang mengakar hingga kini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Di Balik Makna Peringatan 1 Suro bagi Masyarakat Jawa...

Kota Solo merupakan kota kuno yang dibangun oleh Pakoe Boewono II. Riwayat kota ini tidak lepas dari sejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang merupakan penerus Kerajaan Mataram Islam.

Menengok sejarah terbentuknya kota Solo, erat kaitannya dengan peristiwa berkobarnya pemberontakan Sunan Kuning tahun 1742. Peristiwa yang dikenal dengan sebutan “Geger Pecinan” itu terjadi pada masa pemerintahan Raja Kartasura, Sunan Pakoe Boewono II.

Pemberontakan itu akhirnya dapat ditumpas dengan bantuan VOC Belanda dan Keraton Kartasura dapat direbut kembali. Namun bangunan keraton hancur lebur, sehingga perlu mencari lokasi ibu kota untuk membangun keraton yang baru.

Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, SISKS Paku Buwono XIII, Hangabehi dan permaisurinya, KRAy Pradapaningsih mengikuti Kirab Agung di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (5/5/2018).KOMPAS.com/Labib Zamani Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, SISKS Paku Buwono XIII, Hangabehi dan permaisurinya, KRAy Pradapaningsih mengikuti Kirab Agung di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (5/5/2018).
Berjarak sekitar 20 kilometer ke arah tenggara dari Kartasura, ditemukan tempat yang cocok untuk membangun keraton baru yaitu di Desa Sala di tepi sungai Bengawan Sala. Desa Sala dan sekitarnya mulai ramai dan berubah menjadi sebuah kota sejak 20 Februari 1745, yaitu sejak berpindahnya pusat pemerintahan Mataram dari keraton Kartasura ke Sala.

Nama “Surakarta” diberikan bagi pusat pemerintahan baru itu, yang kemudian dikenal dengan nama Keraton Surakarta Hadiningrat.

Kehadiran dua nama, Solo dan Surakarta menjadi keunikan bagi kota tua ini. Ada beberapa cerita dibalik dua nama itu. Konon Kota Solo awalnya dibentuk oleh masyarakat kuli (dalam Bahasa Jawa: soroh bau dan pemimpinnya disebut Ki-Soloh atau Ki-Solo atau Ki-Sala) yang berada di Bandar Nusupan.

Baca juga: Naik Kereta Garuda Kencana, Raja Keraton Surakarta Sebar Koin ke Warga

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.