Polemik Vaksin MR di Aceh Belum Selesai...

Kompas.com - 17/09/2018, 17:11 WIB
Ilustrasi imunisasi JovanmandicIlustrasi imunisasi

Dihentikan sementara

Pelaksanaan vaksin MR di Aceh terhenti setelah Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta Dinas Kesehatan dan seluruh bupati dan wali kota di Aceh untuk menghentikan sementara pemberian vaksin.

Hal ini awalnya disampaikan oleh juru bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, Minggu (5/8/2018).

Saifullah menjelaskan, penundaan ini dilakukan karena vaksin MR yang diproduksi oleh Serum Institute of India belum mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Permasyarakatan Ulama (MPU) Aceh dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Plt Gubernur Aceh, Bapak Nova Iriansyah, minta ditunda hingga vaksinnya memiliki sertifikat halal agar masyarakat Muslim di Aceh nyaman mengikuti program imunisasi tersebut," katanya.

Baca juga: Kisah Tenaga Kesehatan di Pedalaman, Imunisasi Bayi di Tengah Hutan

Namun, lanjut dia, warga non-Muslim yang ingin mengimunisasikan anaknya dapat dilayani sebagaimana mestinya.

Kemudian pada tanggal 20 Agustus 2018, MUI mengeluarkan fatwa tentang penggunaan vaksin MR. MUI memutuskan bahwa vaksin MR itu mubah hukumnya karena dibutuhkan untuk mencegah campak dan rubella. Mubah artinya boleh dilakukan dan tak ada paksaan.

Tetapi polemik belum selesai

Seharusnya dengan keluarnya ketetapan fatwa dari MUI, pelaksanaan imunisasi di Aceh diharapkan berjalan lancar.

Namun, perkembangannya ternyata tak sesuai harapan. Polemik belum selesai. Ada kehidupan anak-anak, generasi muda di Aceh, yang terancam.

Saifullah mengatakan, pemerintah daerah akan menggelar sejumlah rapat koordinasi untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat.

“Masih akan ada rapat koordinasi lagi yang akan dilakukan pada pekan ini sehingga nanti akan ada putusan yang benar-benar kongkrit, termasuk penyampaian info yang sama sehingga masyarakat bisa mendapat info yang pasti dan nyaman melakukan imunisasi,” ungkap Saifullah, Senin (17/9/2018).

Baca juga: Kisah Nursaka, Bocah SD yang Setiap Hari Bolak-balik Indonesia-Malaysia demi Sekolah di Tanah Air (1)

MPU Aceh sendiri, lanjut dia, sudah mengeluarkan surat bernomor 451.7/619 tertanggal 13 September yang ditujukan kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Dalam surat tersebut dituliskan bahwa penggunaan vaksin MR adalah haram, kecuali dalam hal darurat saja.

“Nah, ini masih akan kami bahas dalam rapat koordinasi mendatang sehingga semua penjelasan bisa diberikan secara detail dan setelah itu akan kami sampaikan kepada masyarakat,” ujar Saifullah.

Tidak hanya itu, sejumlah organisasi sipil pun melakukan pembahasan terkait minimnya capaian imunisasi, khususnya imunisasi MR di Aceh.

Ombudsman RI Perwakilan Aceh, misalnya, mengadakan diskusi terkait maraknya isu vaksin MR beberapa hari ini di Aceh.

Baca juga: Jangan Tolak Imunisasi Difteri, Penyakitnya Lebih Ngeri dari Vaksinnya

Kepala Ombudsman RI Aceh Taqwaddin mengatakan, pihaknya mengeluarkan saran atau tindakan segera kepada Pemerintah Aceh untuk menekan tingkat kematian bayi dan mewabahnya campak dan rubella.

Menurut Taqwaddin, kasus ini kemungkinan terjadi karena adanya simpang siur informasi di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Komisioner Pengawasan Perlindungan Anak Firdaus Nyak Idin mengakui, besarnya dampak yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi MR telah memakan banyak korban.

Pihaknya menyarankan agar MPU dan Pemerintah Aceh segera bermusyawarah dan mempertimbangkan hal tersebut.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Youtuber Edo Putra, Berawal dari Konten Berita Beralih ke Prank Sampah

Duduk Perkara Youtuber Edo Putra, Berawal dari Konten Berita Beralih ke Prank Sampah

Regional
Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Regional
Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Regional
Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

Regional
Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Regional
Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Regional
Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Regional
15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

Regional
Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Regional
'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X