Polemik Vaksin MR di Aceh Belum Selesai...

Kompas.com - 17/09/2018, 17:11 WIB
Husnul (di atas meja), balita terdampak virus rubella, menjalani terapi di Banda Aceh. Program imunisasi MR di Aceh, hingga saat ini, baru mencapai angka 7 persen, setelah Plt Gubernur sempat menginstruksikan pemberhentian pemberian vaksin untuk sementara. KOMPAS.com/DASPRIANI Y ZAMZAMIHusnul (di atas meja), balita terdampak virus rubella, menjalani terapi di Banda Aceh. Program imunisasi MR di Aceh, hingga saat ini, baru mencapai angka 7 persen, setelah Plt Gubernur sempat menginstruksikan pemberhentian pemberian vaksin untuk sementara.

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Seorang balita perempuan berusia 2,8 tahun sejenak tampak tenang dan manis saat dibawa ke sebuah warung kopi di pusat kota Banda Aceh. Pipinya tak terlalu montok, tetapi kulitnya putih dan rambutnya kriwil.

Tak ada yang menyangka bahwa bocah bernama Husnul ini tak bisa melihat akibat katarak, tak bisa mendengar karena gangguan pendengaran, dan belum mampu berjalan karena proses pertumbuhan yang tak bagus.

Husnul divonis dokter terinfeksi virus rubella yang menyerang ibunya, Husna (30) saat dia masih berusia 3 bulan di dalam kandungan.

“Saya tidak pernah tahu terserang virus rubella. Saat itu, saya mengalami panas dan demam lalu kulit ruam-ruam merah. Namun, setelah tiga hari semua hilang dan saya merasa normal saja hingga saat melahirkan tiba,” ungkap Husna.

Baca juga: Presiden Jokowi: Vaksin MR untuk Kebaikan Anak-Anak

Perempuan yang bertugas sebagai bidan kontrak di Kabupaten Bireuen ini terpaksa harus bolak-balik dari tempatnya bertugas menuju Kota Banda Aceh untuk melakukan kontrol dan terapi bagi buah hatinya tercinta.

“Husnul terdampak virus rubella, melalui saya saat saya hamil, dan kini virus ini menjadi ancaman bagi anak-anak di Aceh jika anak-anak tidak diimunisasi,” ungkap Husna.

Ancaman untuk generasi muda

Sekretaris Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, dr Aslinar, menyayangkan, program imunisasi measles-rubella (MR) untuk mengantisipasi virus campak dan rubella yang dicanangkan pemerintah pusat belum mencapai hasil maksimal dan tidak berjalan optimal di provinsi tersebut.

Baca juga: Hebohnya Emak-emak di Medan, Tak Mau Jalan meski Sandiaga Sudah Kibarkan Bendera Start

Hingga memasuki bulan kedua program imunisasi MR massal, capaian angka imunisasi baru mencapai 7 persen dari keseluruhan proses yang ada.

“Bulan pertama pencanangan imunisasi MR pada bulan Agustus terhenti otomatis karena edaran yang menyebutkan bahwa serum berasal dari bahan yang tidak halal sehingga pemerintah di Aceh meminta ditunda pelaksanaan imunisasi. Namun setelah pernyataan boleh menggunakan dari pihak MUI diedarkan, hingga kini belum ada realisasi pelaksanaan program imunisasi MR dilaksanakan kembali,” ungkap dr Aslinar.

Menurut dia, para dokter berharap, pemerintah Aceh bisa kembali mengeluarkan seruan untuk bisa melaksanakan program imunisasi MR di masyarakat agar anak-anak bisa terlindungi dari penyakit yang membuat kualitas hidup anak menjadi buruk.

“Jika kualitas anak-anak di Aceh nantinya tidak baik, otomatis ini menjadi ancaman bagi kita karena nanti kita akan mendapatkan generasi penerus yang tidak bisa tumbuh dengan baik,” tuturnya.

Baca juga: 2 Anak Meninggal karena Difteri, Orangtua Diminta Tak Tolak Imunisasi

Dita Ramadonna, perwakilan UNICEF di Aceh, mengatakan, hanya 4 kabupaten/kota di Aceh yang capaian partisipasinya memberikan vaksin MR lumayan baik, yaitu Kabupaten Singkil 20 persen, Gayo Lues 17 persen, Sabang 13 persen dan Subussalam 12 persen.

Berdasarkan pantauan UNICEF di lapangan, dari 5.000 pelajar di Banda Aceh, hanya 8 orang yang bersedia divaksin MR. Kondisi ini, lanjut dia, tentunya memprihatinkan karena dampak rubella masih cukup tinggi di Aceh.

Tingkat penderita campak dan rubella di Aceh pada tahun 2018 dilaporkan juga meningkat tajam dari tahun 2017 yaitu 3 orang menderita campak, 4 orang menderita rubella dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 16 orang penderita rubella.

Bersambung ke halaman 2: Sempat dihentikan sementara oleh Plt Gubernur

 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asyiknya Sepak Bola Egrang, Olahraga Sekaligus Lestarikan Budaya

Asyiknya Sepak Bola Egrang, Olahraga Sekaligus Lestarikan Budaya

Regional
Fakta 2 Anggota TNI Adu Jotos dengan Polisi, Dipicu Salah Paham di Jalan

Fakta 2 Anggota TNI Adu Jotos dengan Polisi, Dipicu Salah Paham di Jalan

Regional
Selamat Berpulang Mas Djaduk...

Selamat Berpulang Mas Djaduk...

Regional
Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X