Dandim : Saya Minta Prajurit di Wilayah Banjir Bantu Evakuasi... - Kompas.com

Dandim : Saya Minta Prajurit di Wilayah Banjir Bantu Evakuasi...

Kompas.com - 16/09/2018, 18:41 WIB
Dandim 0201/BS Medan Letkol Inf Yuda Rismansyah bersama Wali Kota Medan Dzulmi Eldin di lokasi banjir Kota Medan, Minggu (16/9/2018)KOMPAS.com/Mei Leandha Dandim 0201/BS Medan Letkol Inf Yuda Rismansyah bersama Wali Kota Medan Dzulmi Eldin di lokasi banjir Kota Medan, Minggu (16/9/2018)

MEDAN, KOMPAS.com - Banjir yang melanda hampir seluruh Kota Medan akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (15/9/2018) petang hingga Minggu (16/9/2018) pagi, membuat banyak pihak turut membantu.

Pasalnya, masih banyak warga yang mengungsi dan bertahan di posko-posko yang dibuka untuk menjadi hunian sementara.

Komandan Kodim (Dandim) 0201/BS Medan Letkol Inf Yuda Rismansyah terjun langsung ke lokasi banjir di Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun dan Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru.

Dia memasuki kawasan banjir dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Didampingi personel Kodim 0201/BS dan Koramil 05/Medan Baru, mereka berkomuniasi dengan warga yang rumahnya terendam akibat luapan air Sungai Deli dan Babura.

"Saya minta prajurit yang berada di wilayah banjir untuk ikut membantu proses evakuasi warga bersama BPBD Medan. Pekerjaan kemanusiaan harus dilakukan optimal untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa," kata Yuda, Minggu (16/9/2018).

Baca juga: Banjir di Mana-mana, Wali Kota Medan Minta Maaf
 
Di Kecamatan Medan Baru, Yuda bertemu Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.

Medan Baru merupakan satu dari tiga kecamatan yang berada di wilayah Koramil 05/Medan Baru. Di sini, tinggi air hampir mencapai atap rumah, begitu juga di Kecamatan Medan Maimun dan Kecamatan Medan Polonia.

"Proses evakuasi warga dari lokasi banjir masih terus dilakukan prajurit, BPBD Kota Medan dan warga sekitar," ujar Yuda lagi.

Dorong Angkot

Tidak hanya Sungai Babura dan Deli, hujan deras dan banjir kiriman pun memicu meluapnya Sungai Sikambing. Salah satu kawasan terparah akibat luapan Sungai Sikambing adalah Jalan dr Mansur Medan.

Sampai Minggu (16/9) pukul 13.30 WIB, sepanjang jalan ini, mulai pintu satu Universitas Sumatera Utara (USU) sampai jembatan depan PPIA English Course masih tergenang air setinggi 50-an centimeter.

Dzulmi Eldin, Yuda Rismansyah dan Kapolretabes Medan Kombes Dadang Hartanto usai meninjau lokasi banjir di Jalan Luku Gang Bersama, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor langsung bergerak menuju Jalan dr Mansur.

Kawasan terlihat sepi dari kenderaan bermotor karena tak ada yang berani menerobos banjir. Tiba-tiba satu unit angkutan kota KPUM 95 nekat menerobos.

Sekitar 20 meter melintas, angkot tersebut mogok. Berulangkali supir menstater, mesin tak kunjung hidup. Spontan Walikota, Dandim dan Kapolrestabes membantu mendorong sampai keluar dari kawasan banjir. Dengan sedikit malu-malu, sang sopir pun mengucapkan terima kasih.

Baca juga: Isu Pemeriksaan Pajak Door to Door di Medan, Ini Kata Dirjen Pajak

Hasil pemantauan wilayah rawan banjir Kota Medan dan Laporan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (TMA-DAS) Kota Medan oleh TRC-PB BPBD Kota Medan menyatakan, sepanjang Jalan Starban, Jalan Karya Kasih, Karya Dharma, Lingkungan IV-V, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, ketinggian air sekitar 60 sentimeter menggenangi rumah warga.

Diperkirakan rumah yang terendam sebanyak 12 Kepala Keluarga.

Kemudian, seputaran jembatan Jalan Karya Bersama (Panegara), debit air masih tinggi dan berarus sangat deras.

Di Jalan Luku Gang Bersama Lingkungan III, Kuala Bekala Medan Johor, air setinggi 70 sentimeter menggenangi rumah. Warga mengungsi ke Masjid Al Mutaqen dan masih bertahan di posko pengungsian.

Jalan Starban Gang Bilal, Lingkungan 10, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, diperkirakan rumah warga yang terendam sebanyak 20 rumah.

Jalan Mantri Lingkungan III-IV, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, warga masih bertahan di posko pengungsian.

Di Jalan Karya Sejati Gang Keluarga Lingkungan V, Medan Polonia, petugas melakukan evakusi terhadap 12 warga.

Kemudian di Jalan Pamen, Lingkungan III, Gang Napindo dan Lingkungan VII, Kelurahan Padangbulan, Kecamatan Medan Baru, ketinggian air mencapai 150 hingga 180 centimeter.

Rumah terdampak di Lingkungan II Gang Napindo bertambah menjadi 10 rumah atau 12 KK. Di Lingkungan VII ada 20 Rumah atau 30 KK dan satu gereja.

"Warga mengungsi di Posko Keltana, jumlahnya sekitar 150-an orang. Air juga tinggi, sepinggang orang dewasa di Jalan Kejaksaan-Kebun Bunga, Kelurahan Petisah Tengah," kata Koordinator Lapangan yang juga Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Medan, M Yunus, Minggu siang.

Yunus juga menyebutkan, Jalan Karya April, Lingkungan VII, Kelurahan Sari Rejo, Medan Johor, warga yang mengungsi sebanyak 20-an orang atau 4 KK.

Posko pengungsian warga yang di pusatkan di Masjid Al Mutaqen membuka dapur umum lapangan dengan petugas dapur umum dari Kelurahan 13. Pengungsian terpusat di kantor lurah Sei Mati.

"Area terdampak banjir luapan semakin menyusut karena berangsur-angsur surut. Personil masih bertahan di lokasi untuk pemantauan lanjutan," katanya.

Kompas TV Kodim 0201/BS Medan, Sumatera Utara merenovasi sebuah rumah yang dihuni oleh tiga kakak beradik berkebutuhan khusus.



Close Ads X