Tak Bisa Jual Emas, Pendulang Blokade Jalan di Timika

Kompas.com - 16/09/2018, 17:55 WIB
Massa ketika membakar ban bekas di Jalan Ahmad Yani sebagai bentuk kekecewaan pendulang tradisional karena tidak dapat menjual emas hasil dulang, Minggu (16/9/2016)KOMPAS.com/Irsul Panca Aditra Massa ketika membakar ban bekas di Jalan Ahmad Yani sebagai bentuk kekecewaan pendulang tradisional karena tidak dapat menjual emas hasil dulang, Minggu (16/9/2016)

TIMIKA, KOMPAS.com - Ratusan pendulang tradisional memblokade sejumlah ruas jalan di Kota Timika, lantaran hasil dulangan emas mereka sejak Sabtu (15/9/2018) hingga Minggu (16/9/2019) siang tak dapat dijual di toko emas.

Pantauan di lapangan, Minggu (16/9/2019) massa memblokade sejumlah jalan dengan menggunakan ban bekas, kayu, ranting pohon dan bebatuan sejak pagi hari.

Massa memblokade Jalan Ahmad Yani - Leo Mamiri - Bhayangkara dengan menggunakan ban bekas dan kayu. Massa juga membakar ban bekas di tengah jalan.


Selain di jalan tersebut, massa juga memblokade Jalan Bogenvile dengan ranting pohon dan bebatuan.

Tak hanya itu, massa sempat memblokade perempatan jalan yang menghubungkan Jalan Yos Sudarso - Pendidikan - Bogenvile.

Aksi massa ini lantaran pengusaha toko emas tidak mau membeli hasil dulangan mereka. Para pengusaha itu takut ditangkap seperti rekan mereka yang sebelumnya ditangkap di Makassar,Sulawesi Selatan.

Blokade jalan ini dapat dibuka setelah aparat kepolisian Polres Mimika dibantu BKO Brimob Nusa Tenggara Barat (NTB) bernegosiasi dengan massa serta pengusaha toko emas.

Baca juga: Bawa 10 Kg Emas Batangan, Penambang Ilegal di Kawasan PT Freeport Ditangkap

Wakapolres Mimika Kompol Arnolis Korowa mengatakan, pihaknya membubarkan aksi massa karena telah mengganggu ketertiban umum.

Apalagi, aksi protes yang dilakukan pendulang dengan cara seperti ini tidak dibenarkan.

"Menyampaikan aspirasi di hari Minggu, yang merupakan libur nasional tidak akan diakomodir sesuai undang-undang," ujar dia.

Menurut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pengusaha toko emas agar dapat membeli emas hasil dulangan pendulang. Sebab, para pendulang butuh biaya hidup.

Namun, dia berharap, Pemkab Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dapat memberi wadah kepada pengusaha toko emas agar emas yang mereka beli dari pendulang dapat memiliki legalitas.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X