Kisah Bocah Nursaka Bolak-balik Indonesia-Malaysia demi Sekolah, Jadi Kesayangan Petugas Imigrasi (4)

Kompas.com - 16/09/2018, 11:01 WIB
Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Dia tinggal bersama keluarganya di di Tebedu, Malaysia, dan berangkat ke sekolah setiap hari di Entikong, Indonesia.KOMPAS.com/Yohanes Kurnia Irawan Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Dia tinggal bersama keluarganya di di Tebedu, Malaysia, dan berangkat ke sekolah setiap hari di Entikong, Indonesia.

Kesayangan

Sejak tahun 2016, Saka panggilan akrabnya sudah mulai sering terlihat di pos imigrasi, terutama saat jam pulang sekolah. Dia mulai terlihat melintas antara pukul 06.00 hingga pukul 06.30 WIB setiap paginya ketika akan berangkat menuju sekolahnya.

Awalnya, dulu Saka sering terlihat berada di pos pemeriksaan perlintasan kendaraan dari PLBN Entikong menuju border Tebedu Sarawak. Di pos itu, Saka menunggu jemputan dari ayahnya. Terkadang, Saka menunggu sambil tertidur di pos tersebut apabila sang ayah belum datang menjemputnya.

Saka sering terlihat di pos tersebut pada jam-jam pulang sekolah sekitar pukul 11.00 WIB. Lama-kelamaan, Saka pun mulai dikenal oleh para petugas yang saban hari bertugas di pos tersebut, baik itu petugas imigrasi maupun anggota kepolisian yang bertugas di pos itu.

Baca juga: Keseharian Bocah Nursaka, Sekolah di Indonesia lalu Bantu Ayah Cari Kaleng Bekas di Malaysia (3)

Hingga akhirnya, sang ayah tak bisa lagi menjemputnya karena kesibukan bekerja di kebun. Saka kemudian menumpang kendaraan yang disetop oleh petugas-petugas imigrasi yang semuanya dipanggil "Oom".

Tanggung jawab menitipkan Saka di kendaraan yang benar dan tepat seolah sudah menjadi bagian tersendiri bagi para petugas imigrasi di PLBN Entikong.

Mereka sudah menganggap Saka seperti bagian dari keluarga mereka sendiri, terlebih karena Saka adalah pelintas batas resmi sehingga secara tidak tertulis menjadi tanggung jawab para petugas ini.

Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Dia tinggal bersama keluarganya di di Tebedu, Malaysia, dan berangkat ke sekolah setiap hari di Entikong, Indonesia. Setiap hari, dia harus terus membawa pas batas negara dan melintasi Imigrasi.KOMPAS.com/Yohanes Kurnia Irawan Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Dia tinggal bersama keluarganya di di Tebedu, Malaysia, dan berangkat ke sekolah setiap hari di Entikong, Indonesia. Setiap hari, dia harus terus membawa pas batas negara dan melintasi Imigrasi.

Kendaraan yang ditumpangi Saka biasanya milik orang Entikong atau orang tempatan yang sudah dikenal dan biasa melintas. Sehingga para petugas ini memastikan betul, bahwa kendaraan yang akan ditumpangi Saka bisa mengantar Saka pulang ke rumahnya.

“Tidak sembarangan kendaraan yang petugas-petugas di sini untuk dititipi Saka, hanya yang sudah benar-benar dikenal dan tahu tempat tinggal Saka. Terkadang juga ada petugas yang kebetulan akan melintas ke sana, mengantar Saka pulang ke rumahnya,” tambah Judi.

Baca juga: Tiga Kisah Bocah Viral, Jadi Pelintas Batas Negara hingga Jadi Bandar Narkoba

Senada dengan Judi, Penelaah Keimigrasian Kanim Entikong, Valentino Manus, mengungkapkan bahwa Saka awalnya terlihat sering berada di pos lantai keberangkatan (drivethru) kendaraan.

Sembari menunggu kendaraan yang akan ditumpangi, Saka kerap diajak bercanda oleh para petugas imigrasi. Terkadang pula, para petugas ini juga mengajari dan membantunya dalam mengerjakan PR.

Bersambung ke halaman 3:  Suka ketiduran menunggu jemputan

 

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X