Kompas.com - 15/09/2018, 11:51 WIB
Cuara buruk disertai gelombang tinggi hingga capai 3 meter, bpbd keluarkan surat edaran larangan melaut KOMPAS.ComCuara buruk disertai gelombang tinggi hingga capai 3 meter, bpbd keluarkan surat edaran larangan melaut


POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengeluarkan surat edaran berisi himbuan atau larangan kepada para nelayan terutama kapal-kapal bertonase kecil untuk tidak melaut selama beberapa pekan ke depan.

Ini lantaran angin kencang disertai gelombang tinggi mencapai 3 meter. Gelombang tinggi tersebut dinilai sangat membahayakan aktivitas melaut, terutama kapal nelayan kecil.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Barat memprediksi cuaca ekstrim dan gelombang tinggi akan terjadi di perairan Sulawesi Barat selama beberapa hari ke depan.

Merespon prediksi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat langsung mengeluarkan surat edaran berisi imbauan per tanggal13 September 2018 agar nelayan tetap berhati-hati saat melaut, sebab hal tersebut bisa mengancam keselamatan jiwa para nelayan.

Sejak pemerintah mengeluarkan himbuan untuk tidak melaut karena cuaca dan gelombang yang tidak bersahabat, beberapa perahu nelayan tampak hanya ditambatkan para nelayan di sepanjang pantai Polewali. Sebagian lagi kapal bertonase kecil diangkat nelayan ke daratan untuk menghidari hempasan ombak.

Kepala Seksi Pencegahan BPDB Polewali Mandar, Andi Muhammad Yusuf menyebutkan iimbauan untuk tidak melaut terutama kapal-kapal nelayan kecil yang rawan dihantam gelombang, diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2018 mendatang. Imbauan ini telah disosialisasikan ke tingkat kecamatan, desa hingga nelayan setempat.

“Imbauan peringatan bahaya melaut ini sudah kita sosialisasikan ke tingkat Camat, Desa, dan nelayan untuk menghindari segala risiko atau bahaya saat melaut,” jelas Andi Yusuf.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski cuaca sedang buruk, namun ada pula beberapa nelayan yang nekat pergi melaut. Akibat cuaca buruk, hasil tangkapan nelayan tidak maksimal dan tak jarang mereka pulang tanpa membawa hasil. BPBD mengimbau kepada nelayan jika ingin melaut agar menunggu hingga cuaca kembali normal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X