Beralih ke Kedelai Lokal, Kualitas Tahu dan Tempe Diprotes Konsumen

Kompas.com - 15/09/2018, 10:38 WIB
Pengusaha tahu dna tempe di Polewali Mandar mengeluh sejak harga kedelai imfor melambung. Produksi tahu dan tempe mereka anjlok hingga 60 persen. Pengusaha yang mensiasati keadaan dnegan cara mengurangi ukuran tahunya malah diomeli pelangganya.KOMPAS.Com Pengusaha tahu dna tempe di Polewali Mandar mengeluh sejak harga kedelai imfor melambung. Produksi tahu dan tempe mereka anjlok hingga 60 persen. Pengusaha yang mensiasati keadaan dnegan cara mengurangi ukuran tahunya malah diomeli pelangganya.


MAMUJU, KOMPAS.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS membuat harga impor kedelai tinggi. Akhirnya, pengusaha tahu dan tempe beralih menggunakan kedelai lokal.

Namun, keputusan untuk menggunakan kedelai lokal tersebut tidak berjalan mulus. Sejumlah pedagang diperotes pelanggannya lantaran kualitas dan rasa tahu dan tempe tak sebagus dengan yang dibuat dari kedelai impor yang dinilai kualitasnya memang jauh lebih baik dan lebih bersih.

Budi Santoso, salah satu pengusaha tahu dan tempe di Mamuju kepada wartawan di lokasi produksi tempe tahu miliknya, Jumat (14/9/2018) mengaku terpaksa beralih menggunakan kedelai lokal yang kualitasnya di bawah kedelai impor mengundang protes sejumlah pelanggan setianya. Alasannya, produksi tahu dan tempe yang biasa mereka konsumsi kualitasnya tidak sama sejak ia beralih menggunakan kedelai lokal.

Komentar pelanggan makin kecut lantaran Budi juga mengurangi ukuran tahu dan tempe dari biasanya. Ini untuk menyiasati agar ia tak merugi dan usahanya yang dirintis belasan tahun lalu tetap bisa produksi.

“Sejak beralih menggunakan kedelai lokal banyak pelanggan yang protes. Kualitas dan rasanya memang beda,” jelas Budi.

Hingga kini harga kedelai impor masih bertengger di kisaran Rp 8.700 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 7.000 per kilogram.

Meski saat ini konsumen pengusaha tahu dan tempe sudah mengeluhkan kondisi kualitas produksi tahu dan tempe yang tidak sama seperti sebelumnya, saat ini para pengusaha masih menggunakan bahan kedelai impor. Para pengusaha berharap harga kedelai impor bisa segera normal dan ekonomis, agar dapat melanjutkan roda usaha mereka.



Terkini Lainnya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional
Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Regional
Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Regional
Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Regional
Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Regional
Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Regional
Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

Regional
Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Tagih Janji Kampanye Gubernur Sulteng Sejak 2016

Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Tagih Janji Kampanye Gubernur Sulteng Sejak 2016

Regional

Close Ads X