Guangzhou Award 2018, Surabaya Bersaing dengan 15 Kota di Dunia - Kompas.com

Guangzhou Award 2018, Surabaya Bersaing dengan 15 Kota di Dunia

Kompas.com - 14/09/2018, 21:24 WIB
Sejumlah pelajar membawa bendera merah putih saat upacara hari jadi Kota Surabaya ke-725 di Taman Surya, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (31/5). Dalam upacara tersebut juga ditampilkan sejumlah hiburan dan Tari Remo kolosal dengan jumlah penari sebanyak 725 penari gabungan dari SD se-Surabaya.ANTARA FOTO/Zabur Karuru Sejumlah pelajar membawa bendera merah putih saat upacara hari jadi Kota Surabaya ke-725 di Taman Surya, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (31/5). Dalam upacara tersebut juga ditampilkan sejumlah hiburan dan Tari Remo kolosal dengan jumlah penari sebanyak 725 penari gabungan dari SD se-Surabaya.

SURABAYA, KOMPAS.com - Untuk keempat kalinya, Surabaya kembali masuk nominasi Guangzhou Award 2018.

Sebelumnya, sudah tiga kali Surabaya turut serta di ajang internasional itu. Tetapi, belum pernah sekalipun Surabaya meraih penghargaan tersebut.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku optimistis, Surabaya bisa meraih penghargaan prestisius tersebut kali ini.

"Semoga yang keempat ini bisa menang," ucap Risma di Dyandra Convention Center, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Tanpa Voting, Risma Terpilih Jadi Presiden Asosiasi Pemerintah Kota dan Daerah Se-Asia Pasifik

Nicholas You selaku Director of Guangzhou Institute for Urban Innovation mengungkapkan alasan Surabaya dipilih sebagai nominator Guangzhou Award 2018.

Menurut dia, inisiatif yang dilakukan Risma dengan melibatkan elemen masyarakat telah menjadi gerakan sosial, seperti misalnya pembayaran transportasi umum (Bus Surabaya) menggunakan botol plastik.

Tak hanya itu, Nicholas jugamenyebut inisiatif Kota Surabaya dalam mengolah limbah sangat kreatif dan didasarkan pada model bisnis yang murah serta berkelanjutan.

"Meski populasi berkembang jumlah limbah yang dihasilkan berkurang. Ini bisa dicontoh negara lain dan tidak bisa disepelekan," ucapnya.

Baca juga: Digugat Warga Dolly Rp 270 Miliar, Ini Respons Tri Rismaharini

Nicholas menyebutkan, Surabaya sudah layak disebut sebagai kota berkelanjutan. Hal itu didasarkan pada sistem pengelolaan limbah yang partisipatif.

"Ini adalah indikator kunci dalam perubahan perilaku. Ini bisa jadi salah satu bahan terpenting memperkenalkan perubahan di sektor lainnya, seperti transportasi, energi, keselamatan dan nutrisi," tuturnya.

Mewakili Indonesia, Surabaya akan bersaing dengan 15 kota untuk bisa menyabet penghargaan prestisius itu.

Selain Surabaya, 14 kota lain yang masuk nominasi adalah Brussels (Belgia), Dangbo (Benin), Federal Distric (Brasil), Vaudreuil-Dorion (Kanada), Vancouver (Kanada), Guangzhou (China), Nanning (China), Bogota (Kolombia), Curridabat (Kolombia), Senftenberg (Jerman), Isfahan (Iran), Hong Kong (China), Eliat (Israel), Kfar Saba (Israel) dan Bologna (Italia).

Kota-kota yang terpilih tersebut akan diundang ke Guangzhou pada awal Desember 2018 mendatang. Di sana, juri akan memutuskan pemenang berdasarkan presentasi serta aplikasi tertulis yang sudah disiapkan setiap kota.


Komentar
Close Ads X