Begini Modus Pelaku Pembuangan Limbah Medis di Hutan Mangrove - Kompas.com

Begini Modus Pelaku Pembuangan Limbah Medis di Hutan Mangrove

Kompas.com - 14/09/2018, 21:06 WIB
S, pelaku pembuang limbah medis di hutan mangrove di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, mengaku baru satu kali membuang limbah medis di media lingkungan, Jumat (14/9/2018).KOMPAS.com/Farida Farhan S, pelaku pembuang limbah medis di hutan mangrove di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, mengaku baru satu kali membuang limbah medis di media lingkungan, Jumat (14/9/2018).

KARAWANG, KOMPAS.com - Oknum karyawan PT Mahardika Handal Sentosa (MHS), S (22) ditetapkan sebagai tersangka kasus pembuangan limbah medis di kawasan konservasi mangrove di Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya mengungkapkan, penetapan tersangka tersebut setelah polisi memeriksa saksi-saksi, pengumuman alat bukti, dan pemeriksaan dokumen.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku (S) melakukan aksinya seorang diri. Ia mengambil limbah medis di rumah sakit di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi, membawa menggunakan kendaraan boks roda empat bernomor polisi B 9233 IZ. Motifnya ekonomi," ujar Slamet saat ekspose kasus tersebut di Mapolres Karawang, Jumat (14/9/2018).

Pelaku, kata Slamet, diamankan di kantor PT MHS di daerah BSD, Tangerang, Kamis (13/9/2018). S diketahui merupakan warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) pembuangan limbah medis seberat 467 kilogram di hutan mangrove.

Baca juga: Polisi Amankan Terduga Pembuang Limbah Medis di Hutan Mangrove

Slamet mengungkapkan, kontrak perjanjian antara RS Budi Asih dengan PT MHS terjalin sejak Januari 2018. Hanya saja, pada Maret 2018 lantaran PT MHS meminta kenaikan harga yang belum disepakati, kerja sama keduanya sempat terhenti.

"Oknum tersebut kemudian menghubungi pihak rumah sakit bahwa limbah tersebut siap diangkut. Dari Juni hingga September kurang lebih dilakukan pengangkutan sebanyak dua hingga tiga kali, salah satunya dibuang di wilayah Pusakajaya, Kecamatan Cilebar," terangnya.

Pihaknya, kata dia, tengah mendalami penyidikan kemungkinan limbah medis yang diambil dua kali sebelumnya juga dibuang di media lingkungan, termasuk kemungkinan tersangka lainnya.

"Sedang kami dalami," kata dia.

Selain mengamakan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya mobil roda empat bernomor polisi B 9233 IZ dan sebanyak 468 kilogram limbah medis yang dikemas dalam kantung plastik berwarna kuning.

Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 104 jo Pasal 60 UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 3 miliar.

Baca juga: Ungkap Kasus Pembuangan Limbah Medis, Polisi Datangi Kantor PT MHS

S sendiri, kepada awak media, mengaku baru membuang limbah medis ke media lingkungan. Ia beralasan membuang limbah di kawasan konservasi mangrove di Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, pada Minggu (10/9/2018) karena tempat tersebut sepi.

"Karena sepi," katanya.

Kompas TV Untuk sementara, tumpukan limbah medis diberi garis polisi, karena berisi alat bekas pakai yang sarat penyakit.


Komentar

Terkini Lainnya

Rute Pengalihan Arus Saat Deklarasi Kampanye Damai dan Parade Momo Asian Para Games

Rute Pengalihan Arus Saat Deklarasi Kampanye Damai dan Parade Momo Asian Para Games

Megapolitan
5 Berita Populer Nusantara: Kendaraan Ditahan hingga Perkosaan di Gunung

5 Berita Populer Nusantara: Kendaraan Ditahan hingga Perkosaan di Gunung

Regional
Kampanye Damai, Kubu Prabowo-Sandiaga Akan Kenakan Baju Adat

Kampanye Damai, Kubu Prabowo-Sandiaga Akan Kenakan Baju Adat

Nasional
Deklarasi Kampanye Damai, Ini yang Ditampilkan Tim Jokowi-Ma'ruf

Deklarasi Kampanye Damai, Ini yang Ditampilkan Tim Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Minggu Pagi, Dua Capres-Cawapres Deklarasi Kampanye Damai di Monas

Minggu Pagi, Dua Capres-Cawapres Deklarasi Kampanye Damai di Monas

Nasional
Pertemuan Menteri Luar Negeri Batal, PM Pakistan Sebut India Arogan

Pertemuan Menteri Luar Negeri Batal, PM Pakistan Sebut India Arogan

Internasional
Taman Benyamin Sueb Bisa Dipakai untuk Acara Umum, Begini Prosedurnya

Taman Benyamin Sueb Bisa Dipakai untuk Acara Umum, Begini Prosedurnya

Megapolitan
Presiden Iran Bersumpah Bakal Membalas Serangan saat Parade Militer

Presiden Iran Bersumpah Bakal Membalas Serangan saat Parade Militer

Internasional
Risma Surati BPJS Kesehatan Minta Aturan Rujuk Ditinjau Ulang

Risma Surati BPJS Kesehatan Minta Aturan Rujuk Ditinjau Ulang

Regional
Pemilik Sabu dan Seratusan Pil Inex Ditangkap di Kuningan

Pemilik Sabu dan Seratusan Pil Inex Ditangkap di Kuningan

Megapolitan
Ajukan Protes Terkait Sanksi, China Panggil Duta Besar AS

Ajukan Protes Terkait Sanksi, China Panggil Duta Besar AS

Internasional
Operasional Trans Patriot yang Mangkrak Masuk Program Prioritas Pepen-Tri

Operasional Trans Patriot yang Mangkrak Masuk Program Prioritas Pepen-Tri

Megapolitan
Tunggu Penyelidikan Polisi, MRT Baru Dapat Dibersihkan dari Corat-coret

Tunggu Penyelidikan Polisi, MRT Baru Dapat Dibersihkan dari Corat-coret

Megapolitan
Sengaja Tularkan HIV pada Dua Pacarnya, Pria Inggris Dipenjara 5 Tahun

Sengaja Tularkan HIV pada Dua Pacarnya, Pria Inggris Dipenjara 5 Tahun

Internasional
Honda CR-V Jatuh dari Jembatan Emas, 2 Penumpang Tewas

Honda CR-V Jatuh dari Jembatan Emas, 2 Penumpang Tewas

Regional
Close Ads X