Kisah Nursaka, Bocah SD yang Setiap Hari Bolak-balik Indonesia-Malaysia demi Sekolah di Tanah Air (1)

Kompas.com - 14/09/2018, 10:07 WIB
Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Dia tinggal bersama keluarganya di di Tebedu, Malaysia, dan berangkat ke sekolah setiap hari di Entikong, Indonesia.KOMPAS.com/Yohanes Kurnia Irawan Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Dia tinggal bersama keluarganya di di Tebedu, Malaysia, dan berangkat ke sekolah setiap hari di Entikong, Indonesia.

KOMPAS.com berkesempatan mengikuti perjalanan Nursaka (8), bocah SD yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah, mulai dari rumahnya di Tebedu, Malaysia, hingga ke sekolah di Entikong, Indonesia, dan kembali ke rumahnya. Perjalanan Nursaka akan dirangkum dalam lima tulisan berseri ke depan.


 

ENTIKONG, KOMPAS.com — Hari masih gelap. Waktu baru menunjukkan pukul 05.30 waktu Malaysia, atau pukul 04.30 WIB, Rabu (12/9/3018). Suasana di salah satu ruangan berukuran 4x3 meter yang semula sunyi menjadi sedikit ramai.

“Saka, bangun. Sudah pukul 05.30, Nak,” terdengar suara Darsono (53) membangunkan anaknya.


Tak berselang lama, bocah berpostur gempal yang bernama lengkap Nursaka ini pun bangun.  Dia kemudian minum air putih hangat yang disiapkan oleh ayahnya sebelum membangunkannya tidur. 

Setelah minum, Saka kemudian bergegas menuju kamar mandi. Selang beberapa menit kemudian dia keluar dengan handuk melingkar dipinggangnya. Sang ayah pun menghampirinya dan membantunya memakai seragam sekolah merah putih.

Baca juga: Saya Indonesia, Alasan Bocah Nursaka Bolak-balik Malaysia-Indonesia untuk Sekolah (2)

Tepat ketika Saka selesai berpakaian, Julini, sang ibu, pun terbangun. Sementara itu, adik Saka yang nomor dua, Yoga (5), dan adik bungsunya Nurman (1,5) masih terlelap tidur di kamarnya.

“Buku dan PR nya jangan lupa dibawa ya Saka,” pesan sang ibu saat melihat Saka yang sudah berpakaian seragam lengkap dengan dasi dan topi merah.

Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Setiap pagi, dia dibantu ayahnya menyiapkan diri pergi ke sekolah di Entikong, Indonesia.KOMPAS.com/Yohanes Kurnia Irawan Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Setiap pagi, dia dibantu ayahnya menyiapkan diri pergi ke sekolah di Entikong, Indonesia.
Saka kemudian meraih tasnya dan kembali memeriksa isinya. Semua lengkap. Dia pun kemudian bergegas menuju teras mengenakan sepatu.

Waktu di arloji sudah menunjukkan pukul 05.00 WIB atau pukul 06.00 waktu setempat. Suasana di luar rumah masih sangat gelap.

Saka kemudian berpamitan kepada ibunya dan menuju sebuah kantin yang terletak di tepi jalan Tebedu, Sarawak, Malaysia, yang berjarak sekitar 200 meter dari tempat tinggalnya.

Baca juga: Rumah Warga di Perbatasan, Teras di Wilayah Indonesia, Dapur di Malaysia

Di kantin itu, Saka ditemani sang ayah yang mencarikan tumpangan untuk dia berangkat menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Tak lama kemudian, seorang pria paruh baya yang biasa disapa Babe datang mengendarai mobil sedan proton keluaran lama.

“Saka nanti berangkatnya sama Babe ini ya,” ujar Darsono kepada Saka yang dijawab dengan anggukan kepala.

Jam dinding kantin menunjukkan pukul 07.00 waktu Malaysia. Pria yang dipanggil Babe tadi kemudian mengajak Saka untuk naik ke mobilnya. Saka pun mengikuti dari belakang.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X