Kasus Kekerasan di Sekolah Semimiliter, Pihak SPN Dirgantara Akhirnya Minta Maaf

Kompas.com - 14/09/2018, 09:02 WIB
Sel tahanan yang ada di sebuah SMK swasta di Batam. Ruangan yang dinamakan Ruang Konseling ini menjadi tempat untuk menghukum siswa. Dok. KPAISel tahanan yang ada di sebuah SMK swasta di Batam. Ruangan yang dinamakan Ruang Konseling ini menjadi tempat untuk menghukum siswa.

BATAM, KOMPAS.com - SMK Penerbangan SPN Dirgantara akhirnya meminta maaf kepada RD (17), siswa SPN Penerbangan dan kedua orangtuanya, karena tuduhah yang sempat dikeluarkan sekolah tidak terbukti atau tidak benar.

"Setelah melakukan pendalaman dan evaluasi, apa yang telah dituduhkan ke RD tidak benar," kata Riski Humas SPN Dirgantara Batam, Jumat (14/9/2018).

Melalui sambungan selulernya Riski menyampaikan permintaan maafnya kepada semua pihak atas ketidak nyamanan ini.

Baca juga: Kejadian di SPN Dirgantara Batam, Ini Kata Kadisdik Kepri

"Kami berencana menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan sampai saat ini kami sudah beberapa kali melakukan mediasi dan sekolah juga sudah menyampaikan maaf kepada yang bersangkutan dan kedua orangtuanya," jelasnya.

Tidak saja meminta maaf atas tuduhan tidak berdasar yang telah dilakukan SPN Dirgantara kepada siswanya, pihak sekolah juga akan membongkar ruangan bimbingan konseling yang lebih mirip sel tahanan, yang sempat heboh tersebut.

"Pembongkaran itu berdasarkan perintah Kadisdik Prov Kepri Muhammad Dali ketika melakukan kunjungan kesekolah kemarin," ungkapnya.

Baca juga: Polisi yang Diduga Lakukan Kekerasan di SMK Semimiliter di Batam Bisa Dijatuhkan Tiga Sanksi

Senada juga disampaikan Kepala Sekolah SPN Dirgantara Susila Dewi yang menjelaskan bahwa ruangan yang sedang dilakukan pembongkaran ini bukanlah sel seperti apa yang telah diributkan selama ini. Melainkan ruang konseling.

"Ruang itu kami berikan jeruji hanya untuk menjaga keamanan, sebab seluruh barang berharga murid dan sekolah sebagian ditempatkan di runag tersebut," terang Dewi.

Sebelumnya Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Riau (Kepri) mengecam tindakan dan perbuatan yang dilakukan pihak SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam, Kepri.

Baca juga: Dituduh Mencuri, Siswa SPN Dirgantara Diduga Dihajar Saat Ditangkap

Pasalnya hanya gara-gara dituduh mencuri, salah satu siswa SPN Dirgantara ditangkap atas laporan pihak sekolah. Ironisnya saat proses penangkapan, siswa tersebut diperlakukan seperti teroris.

Tidak saja kedua tangannya yang diborgol, belakangan siswa SPN Dirgantara ini juga telah dipersekusi di bandara Hang Nadim serta disekap di sekolah dan tidak diperbolehkan pulang sejak awal ditangkap, Kamis (6/9/2018).

Siswa SPN Dirgantara tersebut dikembalikan kepada kedua orangtuanya sekitar pukul 00.15 WIB, Minggu (9/9/2018) dini hari dan selanjutnya siswa dibawa ke RS Elizabeth untuk divisum.

Sampai saat oknum polisi yang melakukan tindakan tidak mengenakan terhadap RD masih menjalani pemeriksaan di Propam Polresta Barelang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tantang Petahana, PKB Usung Cucu Pendiri NU di Pilkada Kabupaten Malang

Tantang Petahana, PKB Usung Cucu Pendiri NU di Pilkada Kabupaten Malang

Regional
Seorang Remaja Cabuli Pacarnya, Terungkap Saat Orangtua Periksa Ponsel Korban

Seorang Remaja Cabuli Pacarnya, Terungkap Saat Orangtua Periksa Ponsel Korban

Regional
Jubir Komite Peralihan Aceh: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Sesuai Aturan

Jubir Komite Peralihan Aceh: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Sesuai Aturan

Regional
Listrik di Pekanbaru Padam karena Gangguan Transmisi, PLN Minta Maaf

Listrik di Pekanbaru Padam karena Gangguan Transmisi, PLN Minta Maaf

Regional
Ketua DPRD Jabar: 7 Anggota Dewan yang Positif Covid-19 Karantina Mandiri

Ketua DPRD Jabar: 7 Anggota Dewan yang Positif Covid-19 Karantina Mandiri

Regional
Bantah Didorong Risma, Fuad Belum Minta Restu untuk Maju di Pilkada Surabaya

Bantah Didorong Risma, Fuad Belum Minta Restu untuk Maju di Pilkada Surabaya

Regional
Seorang Warga Ditembak OTK, TNI-Polri Kejar Pelaku

Seorang Warga Ditembak OTK, TNI-Polri Kejar Pelaku

Regional
Detik-detik Laode Ditembak dari Belakang oleh Orang Tak Dikenal Saat Jaga Warung

Detik-detik Laode Ditembak dari Belakang oleh Orang Tak Dikenal Saat Jaga Warung

Regional
Seorang ASN Curi Uang Nasabah dengan Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi

Seorang ASN Curi Uang Nasabah dengan Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sangihe, Sulut, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sangihe, Sulut, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Seorang Warga Ditembak di Intan Jaya, Papua, Pelaku Pura-pura Pinjam Pulpen

Seorang Warga Ditembak di Intan Jaya, Papua, Pelaku Pura-pura Pinjam Pulpen

Regional
Ridwan Kamil Tegaskan Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Siapkan Dulu Fisik

Ridwan Kamil Tegaskan Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Siapkan Dulu Fisik

Regional
Kisah Mbah Khotimah, Uang dan Dagangan Dibawa Kabur Penipu, Terpaksa Pulang Berjalan Kaki

Kisah Mbah Khotimah, Uang dan Dagangan Dibawa Kabur Penipu, Terpaksa Pulang Berjalan Kaki

Regional
Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Regional
Siap Maju Pilkada, Putra Sulung Risma Mengaku Masuk Dalam Survei Internal PDI-P

Siap Maju Pilkada, Putra Sulung Risma Mengaku Masuk Dalam Survei Internal PDI-P

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X