4 Fakta di Balik Penembakan Pria yang Mengamuk di Ponpes di Tuban - Kompas.com

4 Fakta di Balik Penembakan Pria yang Mengamuk di Ponpes di Tuban

Kompas.com - 14/09/2018, 06:00 WIB
IlustrasiWWW.PEXELS.COM Ilustrasi

KOMPAS.com - Polisi menembak mati seorang pria yang mengamuk dan melukai sejumlah orang di komplek pesantren Annidhomiyah, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban Jawa Timur, Kamis (13/9/2018) dini hari.

Tembakan peringatan pun sudah diletuskan oleh polisi, namun pelaku sudah kalap dan gelap mata mengamuk dengan menggunakan senjata tajam (sajam). Dugaan sementara, pria tersebut memiliki dendam dengan pemimpin pesantren.

Berikut fakta yang terungkap dari kasus tersebut.


1. Afdholin (32) sempat dihalangi para santri

Pada Kamis (13/9/2018) dini hari, Afdholin (32) mengamuk dengan senjata tajam terhunus di tangan di Pondok Pesantren Annidhomiyah di Tuban, Jawa Timur.

Para santri sempat menghalangi pelaku yang hendak mencari pemimpin pondok. Namun, hal itu justru membuat Afdholin semakin membabi buta dan melukai sejumlah orang.

Dari keterangan pihak pesantren, pelaku sempat datang melalui pintu utama pesantren, namun dihalang-halangi oleh para santri.

"Dilarang lewat depan, pelaku memanjat pagar samping pesantren dan langsung masuk ke ruang tamu pimpinan pesantren yang saat itu sedang menerima tamu," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, Kamis (13/9/2018) siang.

Baca Juga: Sebuah Video Perlihatkan Upaya TNI Padamkan Api di Gunung Sumbing


2. Polisi menembak pelaku

Ilustrasi tembakan Ilustrasi tembakan

Afdholin yang kalap semakin membahayakan para tamu dan santri di Pondok Pesantren Annidhomiyah. Polisi segera datang ke pondok usai mendapat laporan dari warga.

Upaya negoasiasi untuk meredam kemarahan pelaku, gagal. Pelaku justru semakin nekat menyerang balik petugas kepolisian.

Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas usai pelaku tidak menggubris tiga kali tembakan peringatan.

"Pelaku sempat diperingatkan untuk menyerah melalui 3 tembakan, namun pelaku berusaha menyerang anggota," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, Kamis (13/9/2018) siang. Pelaku akhirnya tewas diterjang timah panas polisi. 

Baca Juga: Simpan Sabu dan Senjata Api Aktif, Pekerja Swasta Diringkus Polisi


3. Pelaku sempat menyerang polisi

Afdholin sempat menyerang salah satu petugas kepolisian yang hendak meredam kemarahannya.

Salah satu anggota tersebut berada sekitar satu meter dari pelaku yang membabi buta menyerang petugas hingga terjungkal.

"Petugas yang jatuh karena menghindar amukan pelaku saat itu hanya berada 1 meter dari posisi pelaku yang membawa senjata tajam dengan kondisi mengamuk," kata Frans.

Baca Juga: Selain Rumah Eko, Dua Lahan Ini Juga Pernah Bermasalah soal Akses


4. Diduga terpicu dendam kepada pemimpin pondok

Polisi segera melakukan penyelidikan terkait kasus di Pondok Pesantren Annidhomiyah.

Pelaku ternyata pernah bekerja selama dua bulan di pondok tersebut, namun terpaksa dikeluarkan karena membuat keributan dengan para santri lainnya.

Diduga tidak terima dengan pemecatan tersebut, pelaku yang merupakan warga Desa Labuhan Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, mencoba balas dendam dengan pemimpin pondok.

Baca Juga: Kisah Murid SD Bandar Narkoba, Sebulan Jadi Buronan Polisi


Sumber (KOMPAS.com: Achmad Faizal)

 

Komentar
Close Ads X