4 Fakta Terkait Gebrakan Ridwan Kamil Usai Menjabat Gubernur Jawa Barat

Kompas.com - 14/09/2018, 05:30 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sabuga, Bandung, Kamis (13/9/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jabar Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sabuga, Bandung, Kamis (13/9/2018).

KOMPAS.com — Sejumlah kejutan dilakukan  Ridwan Kamil atau Kang Emil setelah resmi menjadi Gubernur Jawa Barat.

Salah satunya adalah rencana revitalisasi Kalimalang, Kota Bekasi, agar mirip dengan Sungai Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan.

Baca juga: Ridwan Kamil: Kalau Pak Sandiaga Uno Ingin Bertemu, Saya Tunggu di Bandung

Kang Emil juga akan memasang pembatas jalan buatan Korea Selatan agar dapat mengurangi angka kecelakaan di Jawa Barat.

Berikut sejumlah gagasan Ridwan Kamil usai menjadi Gubernur Jawa Barat.

1. Kalimalang akan disulap menjadi Sungai Cheonggyecheon di Seoul
Kalimalang di Kota Bekasi yang direncanakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan disulap menjadi seperti Sungai Cheonggyecheon, di Seoul, Korea Selatan, Kamis (13/9/2018).KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Kalimalang di Kota Bekasi yang direncanakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan disulap menjadi seperti Sungai Cheonggyecheon, di Seoul, Korea Selatan, Kamis (13/9/2018).

 

Ridwan Kamil berencana merevitalisasi Kalimalang sehingga Kalimalang mirip Sungai Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan.

Gagasan tersebut terpantai dari foto yang diunggah Ridwan Kamil dari akun Instagram pribadinya, @ridwankamil, Rabu (12/9/2018). Foto tersebut menyandingkan Kalimalang dengan Sungai Cheonggyecheon.

"Warga Kota Bekasi tercinta, sudah dimulai desain dan perencanaan, revitalisasi Kalimalang. Semoga bisa sekeren sungai Cheonggyecheon di Seoul. Dikawal warga teladan kang @kangmalik_," begitu tulis status Ridwan di Instagram.

Sementara itu, anggota Tim Pokja Sinkronisasi Jawa Barat wilayah Bodetabekm Imam Malik  mengatakan sudah dihubungi Emil untuk mengobservasi titik-titik di Kalimalang yang akan direvitalisasi.

Baca Juga: Sandiaga Uno: Mohon Maaf kepada Pak Ridwan Kamil...

2. Cara baru Kang Emil tangkap keluhan warga

Bakal Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat belanja ikan asin di Pasar Parung, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/10/2017)KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Bakal Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat belanja ikan asin di Pasar Parung, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/10/2017)

Gubernur Jawa Barat ( Jabar) Ridwan Kamil akan meluncurkan program baru bernama Jabar Quick Respons.

Program itu rencananya diluncurkan pekan depan. Ridwan mengatakan, Jabar Quick Respons akan mengatasi masalah kemanusiaan yang kerap ia terima setiap hari melalui akun sosial medianya.

Secara singkat, tim cepat tanggap bakal terjun langsung untuk mengatasi aduan pelapor yang disampaikan melalui saluran media sosial.

"Dan, yang akan coba kita rilis hari Jumat atau Senin adalah tim cepat tanggap terhadap masalah kemanusiaan yang jumlahnya banyak sekali masuk ke saya secara pribadi. Jadi ini harus disistematisasikan," tutur Ridwan Kamil, Rabu (12/9/2018) kemarin.

"Tim cepat tanggap ini nanti akan merespons masalah kemanusiaan, kesehatan di rumah sakit yang tak tertangani, kurang biaya, rumah runtuh, kecelakan, dan lainnya."

Baca Juga: Ridwan Kamil Akan Menata Ulang Rumah Dinasnya yang Dinilai Terlalu Luas

3. Janji Kang Emil lindungi warga Jawa Barat saat Pilpres 2019

IlustrasiKOMPAS/HANDINING Ilustrasi

Semasa menjadi Wali Kota Bandung, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, memang dikenal dekat dengan warganya.

Saat menjabat Gubernur Jawa Barat, sikap tersebut kembali dia tunjukkan saat menjelaskan bahaya hoaks dan pentingan edukasi politik bagi masyarakat.

"Selama KTP (kartu tanda penduduknya) Jabar saya akan lindungi, sayangi, dan kasih solusi, saya tak pilah-pilih," katanya saat menghadiri Deklarasi Pileg 2018 di Mapolda Jabar, Rabu 912/9/2018).

Kang Emil juga menyoroti perkara hoaks yang dapat memecah-belah bangsa.

"Secara provokasi bukan dari pengerahan massa, tapi dimulai dari disinformasi. Berita bohong bisa dibikin dan dikonsumsi disebar, foto bisa diedit seolah seperti fakta padahal rekayasa," katanya.

Baca Juga: Kisah di Balik Foto Romantis Ridwan Kamil dan Atalia saat Pelantikan Gubernur

4. Ridwan akan bangun pembatas jalan ala Korea Selatan di jalur rawan

Pagar pembatas Rolling Barrier System salah satu teknologi menekan angka kecelakaan lalu lintas yang dibuat oleh Korea Selatan.mashable.com Pagar pembatas Rolling Barrier System salah satu teknologi menekan angka kecelakaan lalu lintas yang dibuat oleh Korea Selatan.

Tragedi di jalur Cikidang-Pelabuhanratu memang memprihatinkan banyak pihak. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan memasang pembatas jalan buatan Korea Selatan.

Hal itu dilakukan agar mengantisipasi kecelakaan yang menimbulkan banyak korban jiwa maupun luka.

"Dishub sudah saya perintahkan untuk cari datanya," ujar Emil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (12/9/2018).

Sekilas, pembatas jalan tersebut menggunakan teknologi silinder putar yang membuat kendaraan hilang kendali tetap di lajur jalan atau tak terperosok ke jurang.

Baca Juga: Revitalisasi Kalimalang, Ridwan Kamil Anggarkan Rp 30 Miliar-Rp 50 Miliar

Sumber (KOMPAS.com: Dendi Ramdhani, Agie Permadi)

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
Wali Kota Bandung Tak Lakukan 'Local Lockdown', tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Wali Kota Bandung Tak Lakukan "Local Lockdown", tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Regional
'Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati'

"Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati"

Regional
Gubernur Sumsel Putuskan Tidak 'Lockdown', Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Gubernur Sumsel Putuskan Tidak "Lockdown", Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Regional
Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Regional
UPDATE Corona di Kepri 30 Maret: 2 Positif Covid-19 dan 5 PDP Meninggal Dunia

UPDATE Corona di Kepri 30 Maret: 2 Positif Covid-19 dan 5 PDP Meninggal Dunia

Regional
Ribuan Perantau Sumbar Pulang Kampung, Gubernur Minta Perbatasan Darat dan Laut Diperketat

Ribuan Perantau Sumbar Pulang Kampung, Gubernur Minta Perbatasan Darat dan Laut Diperketat

Regional
Fakta Ayah Bunuh Anak Tiri di Pekanbaru, Kesal karena Sering Menangis hingga Ditangkap Polisi

Fakta Ayah Bunuh Anak Tiri di Pekanbaru, Kesal karena Sering Menangis hingga Ditangkap Polisi

Regional
Anggap Sterilisasi Pelabuhan Parepare Tidak Serius, Anggota DPRD Mengamuk

Anggap Sterilisasi Pelabuhan Parepare Tidak Serius, Anggota DPRD Mengamuk

Regional
Cegah Penyebaran Virus Corona, Jam Malam Diterapkan di Mataram

Cegah Penyebaran Virus Corona, Jam Malam Diterapkan di Mataram

Regional
Pasien Positif Covid-19 Bertambah di Papua, Jumlah di Merauke Diklarifikasi

Pasien Positif Covid-19 Bertambah di Papua, Jumlah di Merauke Diklarifikasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X