Terlibat Kasus Pungli SIM, Kapolres Kediri Dimutasi

Kompas.com - 13/09/2018, 23:00 WIB
Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

SURABAYA, KOMPAS.com - Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan dimutasi sebagai Perwira Menengah Pelayanan Markas (Pamen Yanma) Mabes Polri.

Dia dimutasi untuk kepentingan pemeriksaan dugaan pungutan liar Surat Izin Mengemudi ( pungli SIM) di Satlantas Polres Kediri.

Mutasi tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/2282/IX/KEP/2018 tertanggal 12 September 2018.

"Dalam surat tersebut dijelaskan, mutasi dalam rangka pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Kamis (13/9/2018).


Baca juga: Kasus Pungli SIM yang Jerat Kapolres Kediri Ditangani Mabes Polri

Dalam surat telegram disebutkan Kapolri mengangkat AKBP Roni Faisal Saiful Faton sebagai Kapolres Kediri pengganti AKBP Erick Hermawan.

AKBP Roni Faisal Saiful Faton sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satuan Resort Narkoba Polrestabes Surabaya.

Agustus lalu, Tim Saber Pungli Mabes Polri melakukan tangkap tangan dalam aksi pungutan liar di Satlantas Polres Kediri.

Saat operasi berlangsung, petugas mengamankan uang sebesar Rp 40 juta dari tangan AKBP Erick Hermawan.

Baca juga: 5 Fakta Kasus Pungli SIM yang Menjerat Kapolres Kediri

Dari hasil pemeriksaan sementara, Kapolres Kediri diduga setiap minggunya menerima uang hasil pungli SIM sebesar Rp 40 hingga Rp 50 juta.

Uang tersebut diduga sebagai hasil pungutan di luar penerimaan negara bukan pajak dari layanan SIM periode 13 Agustus 2018 hingga 16 Agustus 2018.

Selain Kapolres, petugas juga mengamankan lima calo SIM yang sering beroperasi di Kantor Satlantas Polres Kediri.

Mereka adalah yakni Har (36) Bud (43), Dwi (30) Alex (40) Yud (34) dan seorang anggota PNS berinisial An. 



Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X