Bawa 10 Kg Emas Batangan, Penambang Ilegal di Kawasan PT Freeport Ditangkap

Kompas.com - 13/09/2018, 12:13 WIB
Bareskrim Mabes Polri dan Dit Reskrimsus Polda Sulsel menggelar kasus illegal mining, Kamis (13/9/2018). KOMPAS.com/Hendra CiptoBareskrim Mabes Polri dan Dit Reskrimsus Polda Sulsel menggelar kasus illegal mining, Kamis (13/9/2018).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Sindikat penambang ilegal di kawasan konsesi PT Freeport ditangkap sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Para tersangka baru saja tiba dari Timika, Papua, dengan membawa 10 kilogram emas batangan.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Trihanto Nugroho mengatakan, sindikat penambang emas ilegal ini sudah melakukan aksinya di kawasan konsesi PT Freeport sejak tahun 2015.

Baca juga: 4 Fakta di Balik Kasus Eko Tak Punya Jalan ke Rumah

Ketiga tersangka masing-masing pemilik Toko Emas Rizki Utama di Timika, Papua, berinisial DA (49), warga Kompleks Minasaupa Blok GI, Kota Makassar, pemilik Toko Emas Bogor berinisial JKF (50) warga Jl Buru, Kota Makassar, dan tersangka berinisial A (45), warga Papua.

“Tersangka A dan DA berperan mengumpulkan emas dari pendulang emas di kawasan konsesi PT Freeport. Setelah emas terkumpul, tersangka A dan DA lalu mencetaknya dalam bentuk batangan. Jika sudah tercetak, emas tersebut kemudian dibawa ke Kota Makassar untuk dijual kepada tersangka JKF,” ungkapnya dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (13/9/2018).

Baca juga: Ridwan Kamil: Pak Sandiaga yang Terhormat, Tolong Berkaca Sebelum Beri Statement...

Trihanto menjelaskan, awalnya polisi menangkap tersangka A di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Dari pengakuan tersangka, polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap tersangka DA dan tersangka JKF.

“Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita 15 batang emas 24 karat seberat 16 kg dari tersangka DA, 18 batang emas 24 karat seberat 6 kg. Selain itu, polisi juga menyita handphone dan buku rekening milik tersangka beserta peralatan pencetakan emas,” ungkapnya.

Baca juga: Ada 97 Tersangka Korupsi di Papua, Kerugian Negara Capai 548 Miliar

Menurut Trihanto, ketiganya melanggar pasal 161 UU No 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

“Ketiga tersangka menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan emas tanpa mengantongi izin resmi,” tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.