Lombok Barat Tetapkan Wabah Malaria Jadi KLB, Bayi dan Ibu Hamil Terjangkit

Kompas.com - 13/09/2018, 05:45 WIB
Suriatun (30), pasien malaria asal dusun Medas, Desa Kekait, tengah menjalani perawatan intensif di Puskesmas Gunung Sari, Lombok Barat, Rabu (12/9/2018). KOMPAS.com/FITRI RSuriatun (30), pasien malaria asal dusun Medas, Desa Kekait, tengah menjalani perawatan intensif di Puskesmas Gunung Sari, Lombok Barat, Rabu (12/9/2018).

LOMBOK BARAT, KOMPAS.com - Meluasnya wabah malaria di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat ( NTB) makin mengkhawatirkan.

Wabah malaria sudah meluas dari semula hanya terdapat di Kecamatan Gunung Sari, kini menyebar hingga ke dua kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Batu Layar dan kecamatan Lingsar. 

Kondisi ini menyebabkan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menetapkan status Kejadian Luar Biasa ( KLB) pada kasus malaria, terhitung Rabu (12/9/2018).

“Jadi kemarin pagi (Selasa, 11 September 2018) saya menandatangani semacam surat instruksi kepada semua pihak untuk ikut terlibat aktif mengatasi menjangkitnya malaria ini. Kemudian malamnya saya sudah menandatangani malaria ini sebagai KLB,“ kata Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid ke Kompas.com, Rabu (12/9/2018).

Baca juga: Malaria di Gunung Sari Lombok Barat Meluas

Setelah menandatangani status KLB untuk kasus malaria di Lombok Barat, Fauzan mengatakan sejak Rabu pagi, gerakan menangani malaria betul-betul masif. Semua pihak ikut untuk mengatasi wabah ini, mulai dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Barat.

"Awalnya Dinas Kesehatan Provinsi dan Kementerian Kesehatan hanya mem-backup, karena memang sesuai peraturan mereka tidak boleh aktif. Nah setelah KLB kita keluarkan sebagai dasar hukum, mereka kemudian punya payung untuk ikut aktif menangani malaria ini,” terangnya.

Dikatakannya meskipun tidak ada warga yang meninggal dunia karena malaria namun jumlah penderita malaria yang terus meningkat dua kali lipat bahkan lebih dari tahun 2017. 

Sejumlah bayi dan ibu hamil dilaporkan telah terjangkit malaria dan menjadi indikator status KLB ditetapkan. Sayangnya Fauzan tidak memberikan keterangan berapa jumlah pasien malaria di wilayahnya. 

Baca juga: Pengungsi di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat Mulai Terjangkit Malaria

Seperti diketahui, penyebaran malaria yang disebabkan oleh nyamuk anoples betina. Wabah malaria ini telah meresahkan masyarakat di wilayah Lombok Barat.

Mereka mulai khawatir karena banyak warga baik anak-anak maupun orang dewasa yang mengalami sakit dengan ciri-ciri seperti malaria yakni demam tinggi, meriang, kedinginan, pusing disertai muntah-muntah.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berupaya melakukan pencegahan menyebarnya parasit malaria melalui nyamuk anoples betina, dengan membagikan kelambu ke sejumlah titik pengungsian warga.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X