Menhub Ungkap 3 Pelanggaran Bus Masuk Jurang yang Tewaskan 21 Orang di Sukabumi - Kompas.com

Menhub Ungkap 3 Pelanggaran Bus Masuk Jurang yang Tewaskan 21 Orang di Sukabumi

Kompas.com - 12/09/2018, 21:20 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau kesiapan bandara Laga Ligo Bua di Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu (12/9/2018).KOMPAS.com/AMRAN AMIR Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau kesiapan bandara Laga Ligo Bua di Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu (12/9/2018).

LUWU, KOMPAS.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi turut prihatin dan berduka atas musibah kecelakaan bus pariwisata di Sukabumi yang menewaskan 21 penumpang.

Hal ini disampaikan Menhub saat meninjau bandara Laga Ligo Bua di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu (12/9/2018). 

“Ya, saya prihatin dan turut berduka atas banyaknya penumpang yang meninggal ada 21 orang," kata Menhub Budi Karya. 

Menurut Menhub, pihaknya sudah mengidentifikasi sejumlah pelanggaran yang diduga menjadi penyebab kecelakaan bus tersebut. 

Baca juga: Kronologi Bus Masuk Jurang di Sukabumi yang Tewaskan 21 Orang

"Pertama jalan itu bukan untuk bus, karena memang secara teknis tidak memungkinkan untuk bus ke sana, hanya dipaksakan. Kedua, kendaraan (bus) sendiri dua tahun tidak di kir. Ketiga sopirnya itu bukan sopir, hanya kernet,” ujarnya.

Menurut Budi Karya, pihaknya mendorong penegakan hukum atas kecelakaan bus tersebut. Artinya, jika memang terbukti bus maut tersebut sudah 2 tahun tidak melakukan uji kir, pihaknya akan mencabut izin operasional dari penyelenggara bus. 

Sementara hal lain akan menjadi kewenangan polisi. Misal, terkait dugaan bahwa kernetlah yang mengemudikan bus bukan sopir asli. 

Menurut Budi Karya, tindakan penegakan hukum dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pihak penyedia transportasi bus. 

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri sebenarnya sudah rutin menggelar uji kir saat menjelang arus mudik dan balik Lebaran untuk menekan angka kecelakaan. Uji kir terutama disasarkan ke bus pariwisata. 

“Jadi ini memang satu bentuk ketidaktaatan terhadap regulasi. Kalau para pemilik bus ngotot (tidak mau uji kir) yah inilah akibatnya,” ujarnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

5 Gebrakan Rahmat Effendi setelah Resmi Jabat Wali Kota Bekasi

5 Gebrakan Rahmat Effendi setelah Resmi Jabat Wali Kota Bekasi

Megapolitan
Rute Pengalihan Arus Saat Deklarasi Kampanye Damai dan Parade Momo Asian Para Games

Rute Pengalihan Arus Saat Deklarasi Kampanye Damai dan Parade Momo Asian Para Games

Megapolitan
5 Berita Populer Nusantara: Kendaraan Ditahan hingga Perkosaan di Gunung

5 Berita Populer Nusantara: Kendaraan Ditahan hingga Perkosaan di Gunung

Regional
Kampanye Damai, Kubu Prabowo-Sandiaga Akan Kenakan Baju Adat

Kampanye Damai, Kubu Prabowo-Sandiaga Akan Kenakan Baju Adat

Nasional
Deklarasi Kampanye Damai, Ini yang Ditampilkan Tim Jokowi-Ma'ruf

Deklarasi Kampanye Damai, Ini yang Ditampilkan Tim Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Minggu Pagi, Dua Capres-Cawapres Deklarasi Kampanye Damai di Monas

Minggu Pagi, Dua Capres-Cawapres Deklarasi Kampanye Damai di Monas

Nasional
Pertemuan Menteri Luar Negeri Batal, PM Pakistan Sebut India Arogan

Pertemuan Menteri Luar Negeri Batal, PM Pakistan Sebut India Arogan

Internasional
Taman Benyamin Sueb Bisa Dipakai untuk Acara Umum, Begini Prosedurnya

Taman Benyamin Sueb Bisa Dipakai untuk Acara Umum, Begini Prosedurnya

Megapolitan
Presiden Iran Bersumpah Bakal Membalas Serangan saat Parade Militer

Presiden Iran Bersumpah Bakal Membalas Serangan saat Parade Militer

Internasional
Risma Surati BPJS Kesehatan Minta Aturan Rujuk Ditinjau Ulang

Risma Surati BPJS Kesehatan Minta Aturan Rujuk Ditinjau Ulang

Regional
Pemilik Sabu dan Seratusan Pil Inex Ditangkap di Kuningan

Pemilik Sabu dan Seratusan Pil Inex Ditangkap di Kuningan

Megapolitan
Ajukan Protes Terkait Sanksi, China Panggil Duta Besar AS

Ajukan Protes Terkait Sanksi, China Panggil Duta Besar AS

Internasional
Operasional Trans Patriot yang Mangkrak Masuk Program Prioritas Pepen-Tri

Operasional Trans Patriot yang Mangkrak Masuk Program Prioritas Pepen-Tri

Megapolitan
Tunggu Penyelidikan Polisi, MRT Baru Dapat Dibersihkan dari Corat-coret

Tunggu Penyelidikan Polisi, MRT Baru Dapat Dibersihkan dari Corat-coret

Megapolitan
Sengaja Tularkan HIV pada Dua Pacarnya, Pria Inggris Dipenjara 5 Tahun

Sengaja Tularkan HIV pada Dua Pacarnya, Pria Inggris Dipenjara 5 Tahun

Internasional
Close Ads X