4 Fakta Kebakaran di Gunung Sumbing, Evakuasi Ratusan Pendaki hingga Kendala Pemadaman

Kompas.com - 12/09/2018, 19:09 WIB
Proses evakuasi para pendaki dari puncak gunung Sumbing yang sedang kebakaran, Selasa (11/9/2018) sore. Dok BPBD Kabupaten Magelang Proses evakuasi para pendaki dari puncak gunung Sumbing yang sedang kebakaran, Selasa (11/9/2018) sore.

KOMPAS.com - Kebakaran melanda kawasan hutan di lereng Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah, sejak hari Senin (10/9/2018).

Ratusan pendaki diketahui terjebak di gunung, namun relawan berhasil melakukan evakuasi para pendaki tersebut.

Sementara itu, kebakaran diketahui semakin meluar hingga ke wilayah Magelang.

Kompas.com merangkum fakta peristiwa kebakaran di Gunung Sumbing:

1. Jalur pendakian ditutup

TURUN--Pendaki Gunung Lawu yang melalui jalur Cemorosewu Magetan turun menyusul lereng hutan yang terbakar, Rabu ( 20/6/2018)KOMPAS.com/Fery Yoga Saputra TURUN--Pendaki Gunung Lawu yang melalui jalur Cemorosewu Magetan turun menyusul lereng hutan yang terbakar, Rabu ( 20/6/2018)

Saat petugas mengetahui sebagian kawasan hutan di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terbakar pada hari Senin (10/9/2018) petang, jalur pendakian dinyatakan tertutup.

"Titik api sudah terlihat sejak sekitar pukul 18.15 WIB (Senin), dan sampai siang ini belum padam," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, Selasa (10/9/2018) siang. Petugas menyatakan sejak Senin, pukul 18.30, jalur pendakian ditutup.

"Pendaki yang sudah berada di puncak diminta untuk segera turun," kata Gito.

Baca Juga: 2,5 Hektar Hutan Lindung di Kediri Terbakar

2. 541 pendaki dievakuasi

Petugas gabungan melakukan pemadaman semak-semak yang terbakar di kawasan Gunung Cikuray yang berada di jalur pendakian, Rabu (13/9/2017) siang.KOMPAS.com/Ari Maulana Karang Petugas gabungan melakukan pemadaman semak-semak yang terbakar di kawasan Gunung Cikuray yang berada di jalur pendakian, Rabu (13/9/2017) siang.

Sebanyak 541 orang pendaki dievakuasi dari puncak Gunung Sumbing ketika kebakaran terjadi di kawasan tersebut, Selasa (11/9/2018).

Kepala Pelaksana BPBD Magelang Edy Susanto menyatakan, seluruh pendaki dievakuasi dalam kondisi selamat pada pukul 16.40 WIB.

"Titik api terpantau sejak Senin (10/9/2018) pukul 06.00 WIB, kemudian petugas dari basecamp pendakian Prampelan mengirimkan bantuan evakuasi pada Senin malam. Seluruhnya sudah dievakuasi," jelas Edy, Selasa sore.

Edy menjelaskan, dari 541 orang pendaki tersebut, sebanyak 516 orang diantaranya sudah berada di basecamp Mangli dan Adipuro. Sedangkan 25 orang lainnya sudah berada di Pos 1 jalur pendakian Butuh, Kecamatan Kaliangkrik.

Baca Juga: Kawasan Hutan di Gunung Sumbing Terbakar, Jalur Pendakian Ditutup

3. Kebakaran meluas hingga Magelang

Kebakaran kawasan hutan di lereng Gunung Sumbing, perbatasan Kabupaten Magelang dan Temanggung, Selasa (11/9/2018).Dok BPBD Kabupaten Magelang Kebakaran kawasan hutan di lereng Gunung Sumbing, perbatasan Kabupaten Magelang dan Temanggung, Selasa (11/9/2018).

Kebakaran hutan sejak di lereng Gunung Sumbing Senin (10/9/2018) meluas hingga ke wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada hari Selasa (11/9/2018).

Di wilayah Temanggung, kebakaran terjadi di petak 20 Resort Pemangku Hutan (RPH) Kecepit BPKH Temanggung, Gelapansari, Kecamatan Bulu. Kemudian merembet ke Petak 2 Magelang atau Pos 4 pendakian Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

"Petak 2 Magelang masuk wilayah administratif Desa Butuh, Desa Mangli dan Desa Prampelan,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Magelang Edy Susanto, Selasa (11/9/2018) sore.

Baca Juga: Padang Ilalang Gunung Sindoro Terbakar, Jalur Pendakian Ditutup

4. Kendala pemadaman

Kebakaran hutan dan lahan landa di Gunung Sindoro, Sabtu (8/9/2018). DOK. BNPB Kebakaran hutan dan lahan landa di Gunung Sindoro, Sabtu (8/9/2018).

Kawasan hutan di lereng Gunung Sumbing yang terbakar mulai meluas. Musim kemarau yang kering membuat vegetasi di lereng gunung menjadi mudah terbakar.

Proses pemadaman pun menemui sejumlah kendala, salah satunya medan yang sulit dan minimnya peralatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, mengatakan, hingga saat ini puluhan ralawan dari berbagai unsur, antara lain Perhutani, pengelola bascamp pendakian, dan masyarakat setempat, masih mencoba memadamkan api.

Petugas kesulitan melakukan upaya pemadaman karena medan yang berat untuk mencapai lokasi.

"Medan yang terjal dan curam cukup menyulitkan kami. Juga peralatan yang minim pemadaman api hanya dengan alat ranting cara digepyok dan ditabur tanah" papar Gito.

Baca Juga: 3 Gunung di Jawa Tengah Terbakar, Berikut Fakta-faktanya

Sumber (KOMPAS.com: Ika Fitriana)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Regional
Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Regional
Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Regional
Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Regional
Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Regional
Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Regional
Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Regional
Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Regional
Aksi Pelajar yang 'Prank' Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Aksi Pelajar yang "Prank" Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Regional
Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali 'Narik'

Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali "Narik"

Regional
Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Regional
Pemutaran Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Pemutaran Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Regional
Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Regional
Risma Ingin Sirkuit Bung Tomo Digelar Kejuaraan Balap Internasional

Risma Ingin Sirkuit Bung Tomo Digelar Kejuaraan Balap Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X