Bocah SD yang Videonya Viral karena Menangis Saat Ditilang Jadi Tenar

Kompas.com - 12/09/2018, 14:22 WIB
Video viral, dua bocah SD menangis sambil membujuk dan terus mencium tangan polisi agar ia dibebaskan dari tilang Polisi.KOMPAS.Com Video viral, dua bocah SD menangis sambil membujuk dan terus mencium tangan polisi agar ia dibebaskan dari tilang Polisi.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.COM — Muhammad Fajrin Pratama alias Fajar (10 tahun), bocah kelas V SD di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mendadak tenar setelah video saat ia menangis dan merengek ditilang polisi menjadi viral di media sosial.

Warga dan tetangga bergantian mendatangi rumahnya di Jalan Brawijaya, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, sekadar ingin bertemu langsung dengan sosok bocah periang ini.

Video yang viral itu mengundang beragam tanggapan lucu, miris, hingga prihatin dari netizen.


Fajar ditilang polisi saat sedang membonceng temannya tidak memakai helm di jalan Trans-Sulawesi, 4 September 2018 lalu. Ia menangis sambil mencium tangan polisi yang menilangnya.

Tindakan Fajar mengemudikan motor sempat mengundang  kontroversi.

Sejumlah kecaman netizen di media sosial dialamatkan kepada orangtua dan guru Fajar yang dinilai paling bertanggung jawab karena membiarkan bocah kelas V SD ini membawa motor di jalan raya.

Tindakan itu bisa membahayakan dirinya sendiri dan pengguna jalan lain. 

Baca juga: Ditilang, Bocah SD Menangis Sambil Mencium Tangan Polisi

Pihak sekolah mengaku tidak pernah membiarkan seorang pun siswanya membawa motor ke sekolah.

Ika Mandasari, guru SD 007 Sidodadi, tempat Fajar menuntut ilmu, menyebutkan, siswa kelas 4,5,6 pada hari itu dipulangkan lebih awal untuk menghadiri Tablig Akbar Ustaz Abdul Somad di Lapangan Alun-alun Wonomulyo.

Saat itu tidak ada satu pun siswa yang datang ke sekolah menggunakan motor, termasuk Fajar.

“Di SD 007 Sidodadi itu tidak ada satu pun siswa yang diperkenankan membawa motor sendiri," ujar Ika.

Fajar adalah anak pertama dari lima bersaudara dari pasangan Jura-Hasriani. Ia membawa motor ayahnya tanpa izin untuk memboncengkan salah satu teman sekolahnya pulang.

Halaman:



Close Ads X