Tanah Ambles, Jalan Tergerus, Warga di Sukabumi Pun Mulai Khawatir...

Kompas.com - 12/09/2018, 14:20 WIB
Tim PVMBG Badan Geologi melakukan kajian menggunakan georadar di Kampung Legoknyenang, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (11/9/2018) KOMPAS.com/BUDIYANTO Tim PVMBG Badan Geologi melakukan kajian menggunakan georadar di Kampung Legoknyenang, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (11/9/2018)

SUKABUMI, KOMPAS.com — Warga mulai diliputi rasa khawatir setelah terjadi longsor susulan pasca-peristiwa tanah ambles hingga membentuk lubang bulat di Kampung Legoknyenang di Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat.

Pasalnya, permukiman warga di kampung tersebut, selain terletak hanya puluhan meter dari tanah ambles di areal persawahan, juga hanya beberapa meter berada di pinggiran sungai Cigalunggung.

Baca juga: Penjelasan Ahli Geologi soal Tanah Ambles di Sukabumi

Berdasarkan penuturan warga kampung setempat, gerusan tanah di pinggiran Sungai Cigalunggung telah berlangsung sejak lama. Bahkan, awalnya lebar sungai tersebut bisa diseberangi dengan selangkah, tetapi saat ini terus melebar.

"Dulu Sungai Cigalunggung ini bisa diseberangi hanya dengan satu langkahan kaki, tapi sekarang sudah enggak bisa karena semakin lebar," ungkap Maman (70), warga, kepada Kompas.com, Selasa (11/9/2018) petang.

"Sekarang di lahan persawahan terjadi juga tanah ambles yang membentuk bulatan. Tentunya ditambah ada tanah ambles ini. Kami khawatir lahan di sini terus-terusan tergerus dan ambles," ungkapnya.

Baca juga: Soal Tanah Ambles di Sukabumi, Ini Rekomendasi PVMBG agar Tak Meluas

Menurut dia, sebelumnya lokasi jalan menuju ke perkampungan hanya beberapa meter dari lokasi yang sekarang ke pinggiran sungai. Namun, karena tanahnya tergerus longsor, jalan akhirnya dipindahkan.

"Dulu jalan gang ke kampung ini di sana, tapi tergerus longsor Sungai Cigaluggung akhirnya dipindah ke sini," ujar dia sambil menunjukkan ke arah lokasi pinggiran Sungai Cigalunggung yang kini sudah rimbun dengan pepohonan.

"Ini juga jalannya sudah terancam lagi, tanahnya tergerus, terutama yang di bawahnya terdapat lubang keluar air dari terowongan," tuturnya.

Baca juga: 4 Fakta di Balik Kasus Eko Tak Punya Jalan ke Rumah

Seorang warga lainnya, Cece Sudirman (60), mengharapkan adanya langkah dan tindakan dari pihak pemerintah untuk membuka aliran air di selokan (anak Sungai Cigalunggung) yang saat ini terhambat tanah ambles di terowongannya.

"Kami inginnya aliran air yang melintas terowongan segera dibuka atau dilancarkan, jangan sampai mampet. Kalau hujan turun, air bisa tergenang dan malah menjadi longsor," ungkap Cece (60) didampingi beberapa warga.

Camat Kadudampit Jenal Abidin mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya bencana susulan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi.

"Hari ini BPBD dan Dinas PU sedang di lokasi. Untuk intervensi kegiatan, antisipasi ancaman bencana susulan, yang efektif dan efisien," kata Jenal saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (12/9/2018).

Baca juga: Dedi Mulyadi: Seharusnya Tempe Kita Setebal TV 24 Inci

Jenal juga menuturkan, tim dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi sudah melakukan pengkajian di lokasi, Selasa (11/9/2018).

"Tinjauan dari PVMBG kemarin setelah pengkajian menggunakan georadar masih aman," tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Telur Berdioxin, Khofifah Sidak Peternakan Ayam Petelur, Ini Hasilnya

Antisipasi Telur Berdioxin, Khofifah Sidak Peternakan Ayam Petelur, Ini Hasilnya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Teror Lempar Sperma di Tasikmalaya | Letusan Gunung Merapi

[POPULER NUSANTARA] Teror Lempar Sperma di Tasikmalaya | Letusan Gunung Merapi

Regional
Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat hingga Dikomando Co-Pilot

Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat hingga Dikomando Co-Pilot

Regional
Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Regional
Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Regional
Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Regional
Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Regional
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan 'Gaptek'

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan "Gaptek"

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal Ramah, Tapi Tidak Aktif di Kegiatan RT

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal Ramah, Tapi Tidak Aktif di Kegiatan RT

Regional
Gubernur Khofifah: Telur Ayam Asal Jatim Aman Dikonsumsi

Gubernur Khofifah: Telur Ayam Asal Jatim Aman Dikonsumsi

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 adalah Menantu Mantan Napi Teroris

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 adalah Menantu Mantan Napi Teroris

Regional
Polda Riau Tangkap Lima Pelaku Pencurian Minyak PT Chevron

Polda Riau Tangkap Lima Pelaku Pencurian Minyak PT Chevron

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Puting Beliung Rusak 25 Rumah

Hujan Deras Disertai Angin Puting Beliung Rusak 25 Rumah

Regional
DPRD Jabar: Program 'Satu Pesantren Satu Produk' Sebatas Seremonial

DPRD Jabar: Program "Satu Pesantren Satu Produk" Sebatas Seremonial

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X