3 Gunung di Jawa Tengah Terbakar, Berikut Fakta-faktanya

Kompas.com - 12/09/2018, 06:17 WIB
Kebakaran hutan dan lahan landa di Gunung Sindoro, Sabtu (8/9/2018). DOK. BNPBKebakaran hutan dan lahan landa di Gunung Sindoro, Sabtu (8/9/2018).

KOMPAS.com - Dalam tiga hari terakhir, tiga kawasan hutan di tiga gunung di Jawa Tengah mengalami kebakaran, 

Titik api terpantau di lereng Gunung Sumbing, Gunung Sindoro dan Gunung Lawu.

Akibatnya, jalur pendakian ditutup sementara hingga petugas dapat memadamkan api yang melalap. Medan yang terjal dan minimnya peralatan membuat petugas sulit untuk memadamkan api.

Selain itu, musim kemarau yang ekstrim membuat vegetasi di lereng gunung mudah terbakar. 

Berikut adalah fakta-fakta terkait kebakaran hutan di tiga gunung tersebut.

1. Kebakaran di lereng Gunung Sumbing

Gunung Sumbing (3.371 mdpl) dilihat dari Jalan Raya Parakan - Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (16/5/2016) sore.KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Gunung Sumbing (3.371 mdpl) dilihat dari Jalan Raya Parakan - Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (16/5/2016) sore.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga Selasa (11/9/2018), titik api masih terlihat di petak 20 kawasan lerang Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah.

Menurut Pelaksan Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, kebakaran sudah terjadi sejak Senin (10/9/2018), di petak 20 Resor Pemangku Hutan (RPH) Kecepit, Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung, Kesatuan Pemangku Hutan Kedu Utara.

Wilayah tersebut masuk Desa Gelapansari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.

"Titik api sudah terlihat sejak sekitar pukul 18.15 WIB (Senin), dan sampai siang ini belum padam," kata Gito saat dihubungi Selasa siang.

Untuk itu, Gito mengatakan, seluruh jalur pendakian ke Gunung Sumbing ditutup untuk sementara.

Sementara itu, pemadaman api mengalami kendalap medan yang sulit dan keterbatasan alat.

"Medan yang terjal dan curam cukup menyulitkan kami. Juga peralatan yang minim pemadaman api hanya dengan alat ranting cara digepyok dan ditabur tanah" papar Gito.

Baca Juga: Padang Ilalang Gunung Sindoro Terbakar, Jalur Pendakian Ditutup

2. Kebakaran di Lereng Gunung Lawu

Relawan mencoba memadamkan api di lereng Gunung Lawu, Sabtu (17/10/2015). KOMPAS.COM/ M Wismabrata Relawan mencoba memadamkan api di lereng Gunung Lawu, Sabtu (17/10/2015).

Kebakaran melanda kawasan hutan di Gunung Lawu. Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut memaksa para pendaki mengurungkan niatnya untuk mendaki.

"Pada hari Senin (10/9/2018) resmi ditutup dan belum diketahui akan diberlakukan sampai kapan, karena kebakaran yang masih terjadi di beberapa titik," kata Budi, salah satu relawan Anak Gunung Lawu.

"Masih ada titik api di area Jogorogo sama Jalur Cetho," tambah Budi.

Sementara itu, kebakaran yang melanda Gunung Lawu sudah berkali-kali terjadi sejak bulan Agustus lalu. Total sekitar 3.118 meter persegi lahan di lereng Lawu telah mengalami kebakaran.

Baca Juga: Tradisi "Selikuran" di Masjid Kuno di Kaki Gunung Sumbing Magelang

3. Kebakaran di lereng Gunung Sindoro

Gunung Sindoro di Jawa Tengah.BARRY KUSUMA Gunung Sindoro di Jawa Tengah.

Lereng gunung Sindoro yang berada di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, terbakar pada hari Minggu (9/9/2018). Untuk antisipasi, seluruh jalur pendakian ke Gunung Sindoro pun ditutup.

"Sebagai langkah antisipasi kebakaran yang semakin meluas dan keamanan pendaki untuk sementara jalur pendakian ke Gunung Sindoro ditutup,” kata Herman, Kepala Urusan Komunikasi Perum Perhutani KPH Kedu Utara.

Titik api awalnya terpantau di petak 7B area Perhutani wilayah Resor Pemangku Hutan (RPH) Kwadungan masuk Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung. Lalu, kebakaran kemudian meluas ke wilayah RPH Sigedang BKPH Wonosobo

"Vegetasi yang terbakar berupa rumput alang-alang (ilalang). Kami belum bisa memastikan luas lahan yang terbakar," kata Herman saat dihubungi Minggu (9/9/2018).

Herman mengatakan, selain kondisi yang terjal, pemadaman juga terkendala musim kering membuat rumput ilalang mudah terbakar.

Sumber (KOMPAS.com: Ika Fitriana, Luthfia Ayu Azanella)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.