Kasus Candaan Bom, Pengacara Minta Pesawat Dihadirkan di Persidangan

Kompas.com - 11/09/2018, 13:39 WIB
Pramugari Lion Air, Cindy Veronika Muaya saat memberikan kesaksian dalam sidang di PN Mempawah, Kalimantan Barat (10/9/2018) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANPramugari Lion Air, Cindy Veronika Muaya saat memberikan kesaksian dalam sidang di PN Mempawah, Kalimantan Barat (10/9/2018)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kuasa hukum Frantinus Nirigi (FN), Andel meminta menghadirkan barang bukti berupa pesawat Lion Air JT 687 dalam persidangan kasus candaan bom yang berlangsung di Pengadilan Negeri Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (10/9/2018).

Pesawat tersebut, menurut Andel, merupakan barang bukti tempat peristiwa kepanikan yang terjadi pada 28 Mei 2018 di Bandara Internasional Supadio Pontianak.

"Pesawat juga kita minta dihadirkan, tapi tak bisa dihadirkan. Padahal pesawat itu barang bukti lho," ujar Andel, Senin malam.

Peristiwa kepanikan tersebut bermula dari pengumuman yang disampaikan oleh pramugari Lion Air JT 687 yang menyebutkan adanya salah satu penumpang yang diduga membawa bahan peledak, sehingga para penumpang diminta turun dari pesawat.

Andel menyebutkan bahwa FN sama sekali tidak ada menyebutkan kata-kata bom, melainkan "awas Bu".

"Hanya saksi pramugari bernama Cindy Veronika Muaya saja yang mengaku mendengar, sedangkan saksi lainnya tidak ada yang mendengar langsung. Hanya mendengar dari si Cindy itu," ujar Andel.

Baca juga: Kasus Candaan Bom, Sekuriti Bandara Bilang Frantinus Tak Sebut Kata Bom

Pernyataan Cindy tersebut, sambung Andel, dimentahkan oleh sekuriti bandara (Avsec) yang memeriksa FN saat itu. Petugas sekuriti bahkan memberikan kesaksian bahwa ketika dinterogasi pertama kali, FN sama sekali tidak ada menyebutkan kata bom.

Dalam sidang tersebut, Jaksa menghadirkan dua orang saksi yang merupakan anggota Avsec, yaitu Rudi Sanjaya dan Edi Subaidi.

"Kedua saksi anggota Avsec ini tidak ada sama sekali mendengar kata bom saat melakukan interogasi terhadap FN," ujarnya.

"Itu fakta yang sebenarnya terjadi dan terungkap di persidangan. Frantinus mengatakan 'awas Bu', itulah fakta sebenarnya saat interogasi awal, sebelum dilakukan interogasi kepolisian dan di-BAP," tegas Andel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X