Sopir Bus yang Terjun ke Jurang di Sukabumi Sempat Diingatkan Jangan Ngebut

Kompas.com - 11/09/2018, 11:12 WIB
Kondisi mikrobus nyungseub setelah terjun bebas masuk jurang di Tanjakan Letter S, Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa barat, Sabtu (8/9/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOKondisi mikrobus nyungseub setelah terjun bebas masuk jurang di Tanjakan Letter S, Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa barat, Sabtu (8/9/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sopir bus yang mengalami kecelakaan hingga menewaskan 21 penumpang di belokan 'letter S'  tepatnya di Kampung Ciareuy, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang pada Sabtu (8/9/2018), sempat diingatkan agar berhati-hati.

Hal itu disampaikan pemandu wisata, Dendi Kinong (45), warga Cikidang, Desa Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Dedi mengatakan, ia memperingatkan sang sopir bus karena kondisi jalan berkelok tajam.

"Saya melakukan pengawalan dari kawasan Peuteuy, sempat bertemu dengan sang sopir dan memperingatkan sopir agar tak ngebut karena kondisi jalan yang berkelok dan curam," kata Dendi di RSUD Palabuanratu, Sabtu (8/9/2018).

Selepas bercakap-cakap, Dendi pun memilih lebih awal memacu kendaraannya di depan bus untuk menuju lokasi.

Ia mengatakan setelah melaju sekitar 20 kilometer, ia melihat bus tiba-tiba melaju kencang di belakangnya. Kendaraannya pun disalip bus tersebut.

"Hampir dekat dengan lokasi ada turunan tajam, kendaraan saya kesalip juga," kata Dendi.

Baca juga: Kapolda: Bus Maut yang Tewaskan 21 Orang di Sukabumi, Over Kapasitas

Dendi melihat laju mobil bus sangat kencang dan tak lama kemudian terjun ke jurang setelah melewati jalan curam turunan letter S.

"Rencananya rombongan mau arung jeram, mereka mau menginap. Jumlah rombongan dari semua bus ada sekitar 150 orang," kata Dendi.

Dendi mengatakan empat bus rombongan sudah duluan tiba di lokasi. Bus yang yang mengalami kecelakaan itu bus terakhir.

"Saya ikut mengevakuasi dan membawa korban ke rumah sakit," kata Dendi.

Lokasi jalur jalan di sekitar lokasi kejadian memang banyak tikungan tajam. Kondisi aspal jalan relatif mulus dan masih baru.

Demikian halnya dengan jalur letter S yang beraspal baru. Jalur letter S memiliki kemiringan sekitar 30 derajat.

Sebelumnya jalur ini memiliki kondisi jalan yang rusak, sehingga banyak kendaraan yang merayap saat melewati turunan ini.

Dari data yang dihimpun, para korban merupakan karyawan PT Catur Putra Group, Bogor, yang akan menggelar acara gathering di salah satu tempat arung jeram di Cikidang.

Baca juga: Kronologi Bus Masuk Jurang di Sukabumi yang Tewaskan 21 Orang

Kendati beraspal mulus, jalur jalan menuju Palabuanratu ini masih sempit di beberapa titik dan ruas jalan.

Di beberapa lajur juga masih ada jalan yang bergelombang dan cukup berbahaya jika memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Cerita Saksi Mata Melihat Bus Terjun ke Jurang di Sukabumi, Sempat Ingatkan Sopir Jangan Ngebut

Kompas TV Jasa Raharja memberikan santunan kepada semua korban kecelakaan bus pariwisata di Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X