ITB: Pasca-gempa, Sumur-sumur di Lombok Utara Alami Pemasiran

Kompas.com - 10/09/2018, 22:44 WIB
Gubernur NTB Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi saat mengunjungi anak-anak korban gempa di Lombok Utara.Dok. Humas Pemprov NTB Gubernur NTB Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi saat mengunjungi anak-anak korban gempa di Lombok Utara.

BANDUNG, KOMPAS.com - Satgas ITB peduli Lombok bakal membuat sumur bor baru untuk pasokan air masyarakat Lombok di Nusa Tenggara Barat ( NTB), khususnya bagi korban bencana gempa bumi yang mengalami krisis air bersih. 

Hal tersebut dilakukan lantaran berdasarkan hasil survei tim satgas ITB, pascagempa bumi yang menguncang Lombok beberapa waktu lalu menyebabkan sumur di Lombok Utara mengalami pemasiran yang kemungkinan besar diatas 95 persen.

Kondisi pasir yang naik ke permukaan tersebut menyebabkan submersible pump tersendat atau macet akibat abrasi pasir sehingga perlu pengeboran lagi untuk mendapatkan air.

“Insya Allah kita ITB dengan LPPM akan nge-bor lebih banyak lagi (sumur),” ujar Lektor Kepala KK Fisika Bumi dan Sistem Kompleks FMIPA ITB, Bagus Endar, dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/9/2018).


Baca juga: Pascagempa, Warga Senaru di Lombok Utara Krisis Air Bersih

Pengeboran sumur selanjutnya dilakukan di area Puskesmas Desa Stangi Malaka Kecamatan Pamenang, Lombok Utara.

Posisi tepatnya mengikuti koordinat GPS X 394397, Y 9065511, Z 33 dengan target kedalaman bor 20 hingga 30 meter, Water Table 9 meter. Estimasi di titik ini akan didapatkan sumber air tawar dengan pH 7.43.

Sumur pertama pengeboran dipimpin Bagus dilakukan di posko bencana Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Untuk kali ini tim satgas ITB mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk mengirimkan alat-alat pengeboran yang sebelumnya membutuhkan waktu dua hari akibat membludaknya kargo untuk bantuan korban gempa Lombok.

Baca juga: Jokowi Naik Trail Membonceng TGB Tengok Korban Gempa di Lombok Utara

“Pertimbangan pengeboran dilakukan dekat fasilitas kesehatan karena, kelak kalau penduduk sudah pulang balik ke rumah, sumber air masih bisa termanfaatkan dengan baik oleh Puskesmas,” pungkas Bagus.

Untuk diketahui, sebelumnya Satgas ITB Peduli Lombok sempat menggelar kembali rapat koordinasi yang dihadiri anggota tim Pusat maupun Pusat Penelitian ITB di Gedung CRCS.

Rapat yang dihadiri oleh Pusat Penelitian Mitigasi Bencana, Pusat Penelitian Infrastruktur dan Kewilayahan, Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P2PAR), P2PAR, dan KK Sistem Infrastruktur Wilayah dan Kota, ini membahas bantuan selanjutnya.

Sumur bor salah satu pembahasan dalam rapat tersebut, rencananya sumur bor ini akan dibuat dilokasi yang berdekatan dengan fasilitas kesehatan yang akan dibangun BNPB.

Baca juga: Kabupaten Lombok Utara Alami Kerugian Rp 2,7 Triliun Akibat Gempa

Pengeboran sumur ini juga dilaterbelakangi adanya data dari BNPB, dimana beberapa desa belum mendapatkan air bersih termasuk di sekitar fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posko-posko kesehatan.

Sebanyak 11 titik fasilitas kesehatan akan dibangun BNPB, yaitu RSUD Tanjung, 8 Puskesmas di Lombok Utara dan 2 Puskesmas di Lombok Timur.

“Distribusi air bersih dilakukan karena ada beberapa dusun di Desa Sokong melalui Orari melaporkan belum menerima air bersih. Di Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat ada 123 KK yang sudah seminggu ada tangki air namun belum mendapatkan air bersih karena belum bisa dijangkau oleh mobil tangki,” ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X