40 Anggota DPRD Kota Malang Hasil PAW Harus Pahami Area Rawan Korupsi

Kompas.com - 10/09/2018, 22:36 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat menghadiri pelantikan 40 anggota DPRD Kota Malang hasil PAW di gedung DPRD Kota Malang, Senin (10/9/2018) KOMPAS.com/ANDI HARTIKMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat menghadiri pelantikan 40 anggota DPRD Kota Malang hasil PAW di gedung DPRD Kota Malang, Senin (10/9/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyaksikan langsung pelantikan 40 Anggota DPRD Kota Malang hasil Pergantian Antar Waktu ( PAW) di gedung DPRD Kota Malang, Senin (10/9/2018).

Pada kesempatan itu, Tjahjo Kumolo meminta supaya anggota DPRD yang baru itu memahami area rawan korupsi. Terutama di sektor perencanaan penganggaran, dana hibah, retribusi pajak dan pengadaan barang dan jasa.

Hal itu untuk menghindari supaya kasus suap massal tidak terjadi lagi.

"Saya kira semua anggota DPRD harus memahami apa yang menjadi pengarahan Pak Gubernur Jatim. Yang kedua memahami area rawan korupsi yang menyangkut perencanaan anggaran khususnya, yang menyangkut dana hibah bansos, menyangkut retribusi dan pajak, dan menyangkut pengadaan barang dan jasa," katanya.

Baca juga: Ini Dia Ike Kisnawati, Anggota DPRD Kota Malang Hasil PAW Termuda

"Itu yang harus dipahami sekali oleh anggota dewan karena anggota dewan adalah mitra sejajar pemerintah daerah. Saling mengisi, saling mengawasi, saling mengoreksi dan sama - sama memperjuangkan aspirasi masyarakat," imbuhnya.

Namun, politisi PDI Perjuangan itu tidak bisa menjamin bahwa kasus suap seperti yang menyeret 41 anggota DPRD Kota Malang itu tidak akan terjadi lagi. Tjahjo mengatakan, persoalan korupsi adalah persoalan integrasi yang sifatnya pribadi.

"Tadi disampaikan oleh pengarahan Pak Gubernur, kembali ke diri kita," katanya.

Meski demikian, Tjahjo menyebutkan bahwa secara sistem, pengawasan dan pencegahan terhadap terjadinya korupsi sudah bagus. Ia pun meminta supaya anggota dewan yang baru tidak terjebak pada kasus korupsi.

Baca juga: Pelantikan 40 Anggota DPRD Kota Malang Hasil PAW Diapresiasi

"Secara sistem semua sudah bagus, pengawasan bagus, pencegahan bagus, sampai KPK bergerak kita harus apresiasi. Semuanya kembali pada diri kita. Mari lah saling mengingatkan, pahami area rawan korupsi. Karena kalau sampai terjadi lagi, yang rugi diri kita, keluarganya, partai politik, masyarakat dan daerah," katanya.

"Apalagi, Malang sudah menjadi berita nasional karena baru pertama kali terjadi, dalam jumlah yang begitu besar karena tidak bisa memenuhi quorum dalam sebuah lembaga legislatif yang ada," katanya.

Diketahui, kursi DPRD Kota Malang yang sempat kosong sudah terisi lagi setelah 40 anggota DPRD hasil PAW resmi dilantik. Sebelumnya, sebanyak 41 anggota DPRD Kota Malang ditangkap KPK terkait kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun anggaran 2015.

Penangkapan tersebut membuat lembaga legislatif itu lumpuh. Dari 41 anggota yang ditangkap, hanya satu orang yang sudah resmi di-PAW, yaitu Yaqud Ananda Gudban dari fraksi Partai Hanura yang digantikan oleh Nirma Cris Desinidya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Ritual Nyalin, Warisan Tradisi Agraris dari Karawang

Melihat Ritual Nyalin, Warisan Tradisi Agraris dari Karawang

Regional
 Saat Napi berubah Menjadi Santri …

Saat Napi berubah Menjadi Santri …

Regional
[POPULER NUSANTARA] Istri Dandim Kendari Menangis Usai Sertijab | Rumah Dijual Mertua, Keluarga Sapri Merana

[POPULER NUSANTARA] Istri Dandim Kendari Menangis Usai Sertijab | Rumah Dijual Mertua, Keluarga Sapri Merana

Regional
Kisah Sedih Pengungsi Gempa Maluku: 1 Tenda Isi 5 KK hanya Dapat 1 Kg Beras dan 2 Mi Instan...

Kisah Sedih Pengungsi Gempa Maluku: 1 Tenda Isi 5 KK hanya Dapat 1 Kg Beras dan 2 Mi Instan...

Regional
Wagub Jabar Apresiasi Upaya Tasikmalaya Gairahkan Sektor Pariwisata

Wagub Jabar Apresiasi Upaya Tasikmalaya Gairahkan Sektor Pariwisata

Regional
BERITA FOTO: 17 Bayi Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Ambon, Ada yang Kembar hingga Nama yang Unik

BERITA FOTO: 17 Bayi Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Ambon, Ada yang Kembar hingga Nama yang Unik

Regional
Tabrakan Maut Rombongan Pengantin, 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh, 4 Rawat Jalan

Tabrakan Maut Rombongan Pengantin, 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh, 4 Rawat Jalan

Regional
Kisah Anwar, Merintis Usaha Gula Semut Sejak SMA, Kini Miliki Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Kisah Anwar, Merintis Usaha Gula Semut Sejak SMA, Kini Miliki Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Regional
Balita Tewas dengan Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Pengakuan Ibu Jatuh dari Kamar Mandi

Balita Tewas dengan Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Pengakuan Ibu Jatuh dari Kamar Mandi

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Regional
Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Regional
Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Regional
Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Regional
SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

Regional
Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X