Di Hadapan Para Santri, Prabowo Salah Sebut Kroasia Sebagai Juara Piala Dunia

Kompas.com - 10/09/2018, 22:19 WIB
Prabowo saat berkunjung di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi, Senin (10/9/2018)KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Prabowo saat berkunjung di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi, Senin (10/9/2018)

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Ada kejadian lucu saat bakal calon presiden ( capres) Prabowo Subianto memberikan sambutannya di hadapan ratusan santri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Senin (10/9/2018). 

Prabowo diprotes ratusan santri saat salah menyebut juara Piala Dunia 2018, ajang olahraga sepak bola paling bergengsi antarnegara. 

“Perancis, pak,” teriak beberapa santri, membetulkan pernyataan Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra ini pun segera membetulkan kesalahannya. 

“Bukan Kroasia yaa... Perancis yang menang? Mohon maaf karena saya tidak pernah lihat Piala Dunia. Saya tidak mengikuti karena Indonesia tidak ikut. Tapi kalian yakin jika Indonesia bisa ikut piala dunia,” kata Prabowo, sambil disambut tepuk tangan meriah dan tawa para santri.

Baca juga: Alhamdulillah Pak Prabowo Masih Ingat...

Prabowo kemudian bertanya kepada beberapa santri untuk menyebutkan nama-nama negara di Eropa untuk membandingkan luasnya dengan Indonesia.

Selain itu, Prabowo juga memutar rekaman pidato Bung Tomo saat perang di Surabaya melawan penjajah Belanda.

Dia mengaku sering membawa dan memutar pidato tersebut untuk membakar semangat anak muda untuk berjuang.

“Saya salut dengan warga di Jawa Timur yang selalu berani. Kunci dari keberhasilan itu adalah keberanian,” kata Prabowo dari atas mimbar.

Baca juga: Pak Prabowo, Saya Pingin Salaman...

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengatakan sengaja datang ke Banyuwangi untuk meminta restu kepada ulama dan tokoh masyarakat untuk maju ke Pilpres 2019.

Menurutnya, di negara Indonesia yang menganut demokrasi, siapapun yang ingin berkuasa harus minta izin ke rakyat.

“Luasan Indonesia sama dengan Eropa sehingga berat jika minta izin ke seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Menurut Prabowo, dirinya sudah dekat dengan para ulama sejak menjadi prajurit TNI. 

Baca juga: Santri dan Warga di Poso Upacara HUT RI di Tepi Laut

Pantauan Kompas.com, Prabowo yang tiba di Ponpes Darusalam Blokagung Minggu (10/9/2018), langsung dikalungi surban warna hijau oleh KH Hisyam Syafaat, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung.

Pidato yang dilakukan oleh Prabowo di hadapan massa adalah yang pertama kali dilakukan setelah dia mencalonkan diri menjadi capres.

Prabowo datang ke Banyuwangi sejak Minggu (9/10/2018) dan langsung menggelar pertemuan tertutup dengan beberapa ulama di rumah Habib Ahmad Al Bahar di Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi.

Sementara itu Gus Abdul Kholiq, perwakilan dari Pondok Pesantren Darussalam saat dihubungi Kompas.com mengatakan kedatangan Prabowo ke pondok pesantren hanya silturahmi dan meminta restu untuk maju menjadi capres pada pilpres 2019 mendatang.

“Seperti yang disampaikan dalam pidato tadi beliau hanya meminta restu dan tidak meminta dukungan. Dan siapapun yang datang ke pondok akan tetap kami hormati. Kunjungannya murni siaturahmi. Sampai saat ini pondok pesantren kami belum menyatakan memberikan dukungan secara khusus kepada capres dan cawapres manapun,” katanya. 



Close Ads X