Kapolda Jabar Minta Dishub Tambah Rambu di Jalur Rawan Sukabumi - Kompas.com

Kapolda Jabar Minta Dishub Tambah Rambu di Jalur Rawan Sukabumi

Kompas.com - 10/09/2018, 21:33 WIB
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat ditemui usai melaksanakan salat Jumat di Masjid PP Persis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (23/2/2018)KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat ditemui usai melaksanakan salat Jumat di Masjid PP Persis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (23/2/2018)

BANDUNG, KOMPAS.com - Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengakui bahwa Jalur Cikidang, Palabuhanratu, Sukabumi merupakan jalur curam.

Karenanya, Agung meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi untuk menambahkan jumlah rambu-rambu di jalur tersebut.

"Jalur ke arah Palabuhanratu memang curam ya, tanjakan curam, turunan curam. Saya sudah bilang ke Dinas Perhubungan supaya maksimal untuk menambahkan jumlah rambu-rambu, yang memang berbahaya ya diberikan rambu rawan kecelakaan," ungkap Agung di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/9/2018).

Seperti diketahui, sebuah mikrobus yang mengangkut 39 karyawan PT Catur Putra Group (CPG) Bogor mengalami kecelakaan di tanjakan letter S, Kampung Bantarselang, Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: Kurang dari 24 Jam, 2 Bus Masuk Jurang di Sukabumi, 22 Tewas dan 37 Luka

Mikrobus milik PO Indonesia Indah Wisata berprlat nomor B 7025 SAG yang diduga dikemudikan kernet berinisial MA itu terjun bebas ke kebun pisang yang berlokasi di lerengan curam dengan kedalaman 30 meter.

Dari 21 penumpang yang meninggal, 14 penumpang meningal di tempat kejadian perkara (TKP), sedang korban lainnya meninggal saat penanganan medis.

Agung menyebut, bus yang digunakan tersebut merupakan bus sewaan, bahkan berdasarkan informasi yang didapatkannya bus yang mengalami kecelakaan itu berpenumpang melebihi kapasitasnya.

Belum diketahui penyebab kecelakaan bus maut tersebut, saat ini pihak Polda Jabar bekerja sama dengan Asean Traffic Police Forum (ATPF) guna mengungkap penyebab sebenarnya kecelakaan bus maut tersebut.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X