6 Fakta Terbaru Bus Masuk Jurang di Cikidang Sukabumi, "Sopir Tembak" hingga Tak Layak Jalan

Kompas.com - 10/09/2018, 17:00 WIB
Petugas bersama anggota keluarga memindahkan jenazah korban kecelakaan di Cikidang, Sukabumi, di Rumah Duka Sinar Kasih, Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018). Sebanyak 19 jenazah korban bus wisata yang masuk jurang di Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat masing-masing. ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHPetugas bersama anggota keluarga memindahkan jenazah korban kecelakaan di Cikidang, Sukabumi, di Rumah Duka Sinar Kasih, Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018). Sebanyak 19 jenazah korban bus wisata yang masuk jurang di Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat masing-masing.

Saat ini, MA masih dirawat di RSUD Pelabuhanratu dengan pengawasan ketat aparat kepolisian.

Baca Juga: Analisis Sementara, Bus Masuk Jurang di Sukabumi Tidak KIR sejak 2016

 

5. Polisi bentuk tim khusus untuk ungkap penyebab kecelakaan

Keterangan MA tersebut menjadi awal bagi polisi untuk mengungkap penyebab kecelakaan mikrobos di Letter S jalur Cikadang-Pelabuhanratu. Tim khusus pun dibentuk untuk penyelidikan.

Ada dua tim, yaitu Tim Road Accident Rescue yang bertugas mengevakuasi korban kecelakaan bis maut tersebut dan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) bertugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim TAA akan menggunakan metode kinematika dalam kasus di Cikadang.

"Dengan metode kinematika dan menganalisa suatu kejadian laka lantas untuk mendapatkan kebenaran dari suatu kejadian laka lantas," ungkapnya, Sabtu (8/9/2018).

Nantinya, hasil dari TAA tersebut akan dihadirkan dalam sebuah simulasi.

Baca juga: Fakta di Balik Kecelakaan Bus di Jalur "Tengkorak" Cikidang, Sukabumi

 

6. Kecelakaan lain di jalur Cibadak-Cikidang-Pelabuhanratu

Sejumlah warga berjaga-jaga di lokasi kejadian tiga truk tronton kecelakaan di Kampung Ciangsana, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTO Sejumlah warga berjaga-jaga di lokasi kejadian tiga truk tronton kecelakaan di Kampung Ciangsana, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018).

Sehari sebelumnya, kecelakaan mini bus juga terjadi di jalur Cibadak-Cikidang-Pelabuhanratu, tepatnya pada Jumat (7/9/2018) sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, sebuah mikrobus milik Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang mengangkut 18 guru SD dari Jakarta terperosok jurang kedalaman sekitar 50 meter di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu.

Satu orang bernama Saepulbahri (37), guru SD yang beralamat di Kampung Kalideres, RT 08 RW 01 Kelurahan/Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, tewas dalam kecelakaan ini.

Setelah itu, pada Minggu (9/9/2018) sekitar pukul 00.00 WIB, tiga truk tronton mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Cibadak-Cikembar-Palabuhanratu, Kampung Ciangsana, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat.

Tidak ada korban jiwa ataupun luka, namun kemacetan panjang terjadi di jalur jalur tersebut. Dua tronton berdampingan menuju arah Cikembar dan satunya menuju ke arah Cibadak.

Baca Juga: Polda Jabar: 21 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Sukabumi

 

Sumber: KOMPAS.com (Budiyanto/Agie Permadi)

 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Regional
Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Regional
Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X