Soal Tanah Ambles di Sukabumi, Ini Rekomendasi PVMBG agar Tak Meluas

Kompas.com - 10/09/2018, 16:35 WIB
Sejumlah warga melihat tanah ambles berbentuk bulat di Kadudampit, Sukabumi, Jawa barat, Jumat (7/9/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOSejumlah warga melihat tanah ambles berbentuk bulat di Kadudampit, Sukabumi, Jawa barat, Jumat (7/9/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) berupaya untuk mencegah meluasnya tanah ambles atau tanah ambles susulan di Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi

Wilayah tersebut merupakan wilayah persawahan produktif. 

Untuk itu, PVMBG meminta adanya pengerukan pada material tanah ambles yang menyumbat terowongan tanah yang berada tepat di bawah amblesan tanah tersebut.

Hal tersebut dilakukan lantaran, material tanah ambles tersebut menimbun dan menyumbat terowongan tanah yang dialiri anak sungai Cigalunggung.

Baca juga: Ahli Geologi: Tanah Ambles di Sukabumi akibat Terowongan Air Alami

"Perlu dilakukan pembersihan sumbatan tanah amblesan dan sampah pada terowongan agar aliran air pada terowongan tetap terjaga," kata Pejabat Fungsional Perekayasa Utama PVMBG Rustam di Gedung Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/9/2018).

Menurutnya, pengerukan itu dilakukan agar tidak terjadi akumulasi dan luapan air pada bagian tempat masuknya air. Pasalnya jika hal tersebut terjadi amblesan susulan bisa saja terjadi.

Seperti diketahui, lokasi titik amblesan sendiri terletak di atas terowongan tanah yang dialiri air, terowongan tersebut berukuran panjang kurang lebih 50 meter dengan tinggi mulut terowongan 3,2 meter, lebar 2,5 meter, melintas dari arah barat laut menuju tenggara yaitu sungai Cigalunggung.

Sedangkan kedalaman pada ujung barat laut yakni tempatnya masuk air sedalam 6 meter, kedalaman pada ujung tenggara atau tempat keluarnya air kurang lebih 10 meter di bawah permukaan tanah.

Baca juga: Penjelasan Ahli Geologi soal Tanah Ambles di Sukabumi

Selain itu, PVMBG juga meminta adanya penguatan dinding terowongan yang terbuat secara alami dari proses geologi tersebut.

"Perlu adanya penguatan pada dinding dan atap sepanjang terowongan tanah tersebut, agar tanah di atasnya tetap stabil (tidak ambles)," tuturnya.

Memasuki musim hujan ini masyarakat sekitar agar berhati-hati, katanya, karena kemungkinan terjadinya amblesan masih dapat terjadi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X