Kompas.com - 10/09/2018, 06:02 WIB
Tumpukan plastik berisi limbah medis ditemukan di Dusun Kepuh, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Minggu (9/9/2018). KOMPAS.com/Farida FarhanTumpukan plastik berisi limbah medis ditemukan di Dusun Kepuh, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Minggu (9/9/2018).

KOMPAS.com - Tumpukan limbah medis ditemukan warga di kawasan mangrove di Dusun Kepuh, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Karawang, pada hari Minggu (9/9/2018).

Selain itu, di dalam kantong plastik berwarna kuning tersebut, warga menemukan nota bertuliskan Rumah Sakit Budi Asih Bekasi.

Saat dikonfirmasi, pihak rumah sakit bersangkutan mengaku tidak tahu menahu.

Berikut sejumlah fakta terkait penemuan limbah medis di Karawang.

1. Ada bercak darah hingga jarum suntik bekas

Tim Sanggar Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon menemukan limbah medis golongan B3 di Tempat Pembuangan Sementara Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).KOMPAS.com/Muhamad Syahri Romdhon Tim Sanggar Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon menemukan limbah medis golongan B3 di Tempat Pembuangan Sementara Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).

Minggu pagi (9/9/2018) warga yang sedang berolah raga pagi di kawasan mangrove di Dusun Kepuh, Karawang, dihebohkan dengan isi di dalam kantong plastik berwarna kuning. 

Tidak hanya satu kantong plastik, tetapi warga menemukan tumpukan kantong plastik berisi limbah medis yang diduga milik dari sebuah rumah sakit.

"Kami menemukan tumpukan plastik warna kuning. Saat dicek, isinya menjijikkan, ada bercak darah dari jarum suntik bekas, kapas bekas, kantung darah dan sarung tangan plastik," kata Wanosuki, salah satu warga.

Selain plastik kuning, warga juga menemukan menemukan kantong plastik warna hitam, yang di dalamnya terdapat bungkus infus, tempat obat, dan gulungan perban.

Baca Juga: Aparat Segel Lokasi Pembuangan Limbah Medis di Cirebon

 

2. Puluhan kantong plastik dan nota rumah sakit

Tim Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PLB3) KLHK, petugas Gakum mengumpulkan dan akan memeriksa sejumlah limbah medis di TPS Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Sanggar Lingkungan Hidup menemukan lebih 10 nama rumah sakit dan menyerahkan barang bukti ke KLHK.Muhamad Syahri Romdhon/ KOMPAS.com Tim Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PLB3) KLHK, petugas Gakum mengumpulkan dan akan memeriksa sejumlah limbah medis di TPS Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Sanggar Lingkungan Hidup menemukan lebih 10 nama rumah sakit dan menyerahkan barang bukti ke KLHK.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X