Pengemudi Bus yang Masuk Jurang di Sukabumi Diduga Seorang Kernet

Kompas.com - 09/09/2018, 22:38 WIB
Seorang petugas melihat bangkai mini bus yang masuk jurang setelah dievakuasi di Tanjakan Letter S, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOSeorang petugas melihat bangkai mini bus yang masuk jurang setelah dievakuasi di Tanjakan Letter S, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Bus yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat diduga dikemudikan MA, seorang kernet.

Sopir aslinya, Fahrudin alias Jahidi termasuk dalam 21 orang penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal yang terjadi di ruas Jalan Cibadak-Cikidang-Palabuhanratu, Sabtu (8/9/2018) sekita pukul 12:00 WIB.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan, sopir utama memberikan tugas kepada MA untuk mengemudikan bus dari simpang Cikidang di Jalan Raya Sukabumi-Bogor dengan Jalan Cibadak-Cikidang-Palabuhanratu hingga akhirnya terjadi kecelakaan.

''Saat memasuki simpang Cikidang, pengemudi berganti. Almrahum Jahidi memberikan tugasnya sebagai sopir kepada MA. Setelah mengemudikan dari simpang Cikidang, MA mengalami kecelakaan di Letter S,'' ucap dia saat memberikan keterangan pers di Palabuhanratu, Minggu (9/9/2018).

Baca juga: Analisis Sementara, Bus Masuk Jurang di Sukabumi Tidak KIR sejak 2016

Sebelum akhirnya bus masuk jurang, lanjut dia, jalanan menurun dengan tikungan berkelok-kelok dan bus yang dikemudikan MA mengalami kendala bagian rem.

Saat itu, lanjut dia, MA pun berusaha menghentikan bus secara paksa dengan menarik hand rem, kemudian over gigi dari gigi enam bahkan langsung ke gigi satu.

''Dia (MA) sudah sadar bus yang dikemudikannya akan tidak bisa dikendalikan dan berusaha menabrakkan mobil. Tapi ketika akan menepi, ada motor, dan dia enggak mau motor menjadi korban, Sehingga dia mengambil jalan pintas yang fatal, hingga akhirnya masuk ke jurang,'' katanya.

MA sendiri sempat menghilang setelah keluar dari bus dalam keadaan luka. Saat akan ditolong warga yang akan menuju lokasi bus tersungkur di kebun pisang, MA menolak diberikan pertolongan dan terus menghilang.

Beruntung saat berlangsungnya komunikasi antara warga dengan MA sempat direkam dengan telepon genggam seorang warga. Hasil rekaman video itu menyebar hingga akhirnya sampai pihak kepolisian dan langsung menyelidikinya.

''Alhamdulillah orang yang menolak ditolong warga itu akhirnya berhasil ditemukan hari ini (Minggu). Penemuan ini berkat kerjasama dengan masyarakat,'' ujar Nasriadi.

Dia menuturkan hasil interogasi sementara bahwa orang bersangkutan bernama Muhamad Adam (MA).  MA mengaku bagian awak bus tersebut yang bertugas sebagai kernet.

Bentuk tim khusus

Nasriadi mengatakan, pengakuan MA tersebut masih bersifat keterangan sementara atau interogasi dan belum dilakukan penyidikan dengan berita acara pemeriksaan.

''Kami akan membentuk tim dalam penyelidikan perkara ini hingga tuntas,'' kata dia.

Saat ini, lanjut dia, sudah ada beberapa orang yang dimintai keterangan sebagai saksi. Seperti di antaranya dari Badan Penguji Dinas Perhubungan dari DKI Jakarta yang menerbitkan surat pengujian kendaraan atau KIR.

''Pihak penguji ini menyampaikan bila kendaraan mini bus yang kecelakaan terakhir uji KIR pada tahun 2016,'' ujarnya.

Menurut Nasriadi yang bersangkutan MA juga nantinya akan dimintai keterangan. Namun saat ini akan difokuskan pada pemulihan kondisi kesehatan yang bersangkutan.

''MA akan tetap dirawat di RSUD Palabuhanratu dalam penjagaan intensif, Karena dibutuhan untuk dimintai keterangannya,'' katanya.

''Juga kami sudah berkomunikasi dengan dokter untuk memberikan tindakan terbaik kepada MA agar cepat sembuh dan cepat bisa dimintai keterangan,'' tambah dia

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kristen Gray Dideportasi karena Berbisnis, Imigrasi: Jual E-Book 30 Dolar, Konsultasi 50 Dolar Per 45 Menit

Kristen Gray Dideportasi karena Berbisnis, Imigrasi: Jual E-Book 30 Dolar, Konsultasi 50 Dolar Per 45 Menit

Regional
Hindari Covid-19, Relawan Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak Bogor Dibatasi

Hindari Covid-19, Relawan Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak Bogor Dibatasi

Regional
Penyanyi Kafe Ini Berhubungan Seks dengan Pelanggan, Ternyata Ada Layanan Prostitusi

Penyanyi Kafe Ini Berhubungan Seks dengan Pelanggan, Ternyata Ada Layanan Prostitusi

Regional
Pasangan Kekasih Disiram Air Keras Saat Antar Barang Orderan, 4 Pelaku Sudah Buntuti Korban

Pasangan Kekasih Disiram Air Keras Saat Antar Barang Orderan, 4 Pelaku Sudah Buntuti Korban

Regional
Undip Akui Ada Serangan yang Diduga Membuat Data Mahasiswa Bocor

Undip Akui Ada Serangan yang Diduga Membuat Data Mahasiswa Bocor

Regional
Cerita Satgas Karawang Terima Laporan Warga Tak Dapat Bansos, Setelah Dicek Rumahnya Mewah

Cerita Satgas Karawang Terima Laporan Warga Tak Dapat Bansos, Setelah Dicek Rumahnya Mewah

Regional
PLN Minta Maaf 3 Kabupaten di Aceh Mati Listrik Mendadak, akibat Suplai Gas Terganggu

PLN Minta Maaf 3 Kabupaten di Aceh Mati Listrik Mendadak, akibat Suplai Gas Terganggu

Regional
Ditabrak Pemuda Mabuk Miras, Pegawai Kejaksaan Tinggi NTT Tewas

Ditabrak Pemuda Mabuk Miras, Pegawai Kejaksaan Tinggi NTT Tewas

Regional
Dedi Mulyadi Upayakan Kasus Anak Gugat Bapak Rp 3 Miliar Selesai di Luar Sidang

Dedi Mulyadi Upayakan Kasus Anak Gugat Bapak Rp 3 Miliar Selesai di Luar Sidang

Regional
PMI Pekanbaru Layani Donor Konvalesen dari Penyintas Covid-19

PMI Pekanbaru Layani Donor Konvalesen dari Penyintas Covid-19

Regional
Unhas dan UNM Bebaskan Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Sulbar

Unhas dan UNM Bebaskan Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Sulbar

Regional
Januari Belum Rampung, 40 Bencana Alam Terjadi di Jabar, Hampir 100.000 Jiwa Terdampak

Januari Belum Rampung, 40 Bencana Alam Terjadi di Jabar, Hampir 100.000 Jiwa Terdampak

Regional
Viral, Video TikTok Goyang Perempuan Berdaster di Tugu Pangkalpinang

Viral, Video TikTok Goyang Perempuan Berdaster di Tugu Pangkalpinang

Regional
Jenazah Rizki dan Rosi Korban Sriwijaya SJ 182 Tiba di Pangkalpinang dan Diterima Gubernur

Jenazah Rizki dan Rosi Korban Sriwijaya SJ 182 Tiba di Pangkalpinang dan Diterima Gubernur

Regional
Derita Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anak Kandung: Dia Pelototi Saya Seperti Bukan Orangtuanya

Derita Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anak Kandung: Dia Pelototi Saya Seperti Bukan Orangtuanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X