Bawaslu Sebut Orasi dalam Jalan Sehat Haornas Belum Masuk Kategori Kampanye

Kompas.com - 09/09/2018, 22:12 WIB
Peserta jalan sehat umat Islam dan masyarakat Solo memadati kawasan Gladag di Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/9/2018) pagi. KOMPAS.com/Labib ZamaniPeserta jalan sehat umat Islam dan masyarakat Solo memadati kawasan Gladag di Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/9/2018) pagi.

SOLO, KOMPAS.com - Bawaslu Kota Surakarta menilai orasi politik dalam kegiatan jalan sehat memperingati Haornas 2018 dipusatkan di Gladag, Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/9/2018) belum bisa dikatagorikan kampanye.  Meskipun dalam orasi politik tersebut mengarahkan untuk mendukung terhadap salah satu paslon capres dan cawapres

Anggota Bawaslu Kota Surakarta Divisi Sengketa Arif Nuryanto, merujuk pada Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu, bahwa penentuan paslon presiden dan wakil presiden baru dilakukan pada 20 September 2018.

Sampai saat ini belum ada paslon yang ditetapkan oleh KPU. Sehingga orasi dukung salah satu paslon belum bisa kategorikan kampanye atau tidak bisa dikatakan kampanye diluar jadwal.

"Dari hasil pantauan kami acara tersebut berjalan dengan baik. Penyelenggara mentaati tata tertib yang diselenggarakan oleh penyelenggara mematuhi ketentuan-ketentuan tidak ada unsur pelanggaran kampanye," kata Arif dikonfirmasi Kompas.com.

Baca juga: Jalan Sehat Haornas di Solo Batal Dihadiri Musisi Ahmad Dhani dan Neno Warisman

Menurut Arif, paslon baru bisa dikatakan presiden dan wakil presiden setelah ditetapkan oleh KPU RI pada 20 September 2018.

Seperti diberitakan sebelumnya, orasi politik disampaikan beberapa orator, salah satunya adalah Tokoh Mega Bintang Solo Mudrick Sangidu. Dalam orasinya, Mudrick mengajak peserta jalan sehat untuk mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Hidup Prabowo. Mudah-mudahan beliau (Prabowo) menjadi Presiden RI," ucap Mudrick.

Meski sempat diingatkan anggota kepolisian menggunakan pengeras suara agar tidak ada orasi politik, tetapi orasi itu masih saja disampaikan dalam tausiah jalan sehat.

Humas panitia jalan sehat Endro Sudarsono menegaskan, bahwa dari awal panitia telah mengeluarkan tata tertib terhadap kegiatan jalan sehat. Kegiatan jalan sehat bukan merupakan kegiatan kampanye.

Sehingga peserta jalan sehat dilarang membawa poster atau spanduk yang berisi kampanye dukungan terhadap capres, cawapres, caleg ataupun partai tertentu.

"Dari panitia bersikap dua hal. Pertama, menghimbau tidak membawa atribut #2019 ganti presiden, atau #2019duaperiode dan melarang berkampanye, menyebut salah satu calon presiden atau calon wakil presiden," kata Endro.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X