Jasa Raharja Cairkan Santunan untuk Korban Kecelakaan di Sukabumi

Kompas.com - 09/09/2018, 18:00 WIB
Evakuasi mini bus masuk jurang di Tanjakan Letter S, Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOEvakuasi mini bus masuk jurang di Tanjakan Letter S, Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018).

BOGOR, KOMPAS.com - PT Jasa Raharja menyerahkan bantuan berupa uang santunan kepada para korban kecelakaan di jalur alternatif Cikidang-Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018).

Peristiwa kecelakaan maut yang terjadi Sabtu (8/9/2018) siang itu, mengakibatkan 21 orang meninggal dunia dan 16 orang lainnya luka-luka.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Rahardi mengatakan, untuk korban meninggal dunia, masing-masing mendapatkan santunan sebesar Rp 50 juta. Sementara, korban luka-luka menerima santunan Rp 20 juta.

Total uang santunan yang dicairkan oleh PT Jasa Raharja, selaku perusahaan asuransi sosial milik negara itu, mencapai Rp 1,05 miliar

Baca juga: 3 Truk Tronton Kecelakaan di Sukabumi, Ruas Jalan Cibadak-Cikembar Tak Bisa Dilintasi

Budi menuturkan, bantuan santunan tersebut langsung diberikan kepada ahli waris masing-masing korban kecelakaan.

"Kami juga sudah memberikan surat jaminan kepada pihak rumah sakit. Santunan biaya perawatan untuk korban luka-luka maksimal Rp 20 juta," ucap Budi, di Bogor, Minggu.

Dia menambahkan, seluruh korban luka saat ini sudah dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bogor.

Rinciannya, tujuh orang dirawat di RS PMI Bogor, tiga orang di RS Siloam Bogor, lima orang di RS Ummi Bogor. Sementara, satu orang dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

"Semua biaya santunan yang diberikan sudah ditransfer kepada masing-masing ahli waris korban kecelakaan," kata Budi.

Mayoritas korban berdomisili di Bogor. Mereka merupakan karyawan yang bekerja di salah satu pusat dealer kendaraan bermotor di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor.

Kepolisian setempat sejauh ini masih mendalami kasus kecelakaan maut yang terjadi di jalur alternatif Cikidang-Pelabuhan Ratu, kemarin.

Dugaan sementara, bus pariwisata yang membawa rombongan karyawan salah satu perusahaan dealer di Bogor itu mengalami rem blong. Bus kemudian terjun ke dalam jurang setinggi 30 meter.

Sementara, hasil investigasi dipastikan bus bernomor polisi B 7025 SGA itu ternyata tidak melakukan uji KIR kendaraan selama dua tahun terakhir.

Fakta tersebut terungkap dari sejumlah dokumen label KIR yang menempel di badan bus serta dokumen pihak perusahaan otobus (PO) Jakarta Wisata Transportasi yang disita polisi setempat.

Dalam dokumen itu, bus terakhir kali melakukan uji KIR pada tahun 2016 silam.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

Regional
Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Regional
Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Regional
Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Regional
Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Regional
Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Regional
Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Regional
Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Regional
2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

Regional
Iseng 'Booking' Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Iseng "Booking" Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Regional
Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Regional
3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X