Dua Remaja Aceh Korban Perdagangan Manusia Dijadikan PSK di Malaysia

Kompas.com - 08/09/2018, 12:35 WIB
Polisi memperlihatkan tersangka perdagangan orang di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (7/9/2018) KOMPAS.com/MASRIADI SAMBOPolisi memperlihatkan tersangka perdagangan orang di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (7/9/2018)

ACEH UTARA, KOMPAS.com - Dua remaja asal Aceh yang menjadi korban perdagangan manusia akhirnya tiba di Lhokseumawe, dua pekan lalu. Keduanya berinisial NW (24) dan DY (20). 

Keduanya dideportasi oleh pihak Imigrasi Malaysia karena tak memiliki dokumen yang lengkap.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Riski Andrian menjelaskan, kedua remaja tersebut sempat menjadi gelandangan selama lima bulan setelah kabur dari sebuah gedung penyekapan di Malaysia.

“Lima bulan mereka disekap. Dijadikan PSK (pekerja seks komersial) di sana. Lalu berhasil melarikan diri,” sebut Iptu Riski Andrian, Sabtu (8/9/2018).

Baca juga: Kepulangan Korban Perdagangan Manusia di Malaysia Terkendala Birokrasi

Dia menyebutkan selama telantar tersebut keduanya hidup berpindah-pindah hingga bertemu warga Aceh lainnya di Malaysia. Setelah itu, mereka baru dapat berkomunikasi dengan keluarganya di Lhokseumawe.

Lalu proses pemulangan diatur sedemikian rupa. Sehingga, setiba di tanah air, kedua korban itu langsung melapor ke Polres Lhokseumawe. Setelah itu polisi langsung menangkap pelaku praktik perdagangan manusia berinisial FA (29).

“FA ini mengajak keduanya, dibawa ke Batam lalu diserahkan ke seorang pria dan dibawa ke Malaysia lewat penyeberangan Batam. Sekarang kami telusuri korban lainnya, tidak tertutup kemungkinan ada korban lainnya tetap terbuka lebar,” terang Iptu Riski.

Baca juga: Belasan Wanita Dikawin Kontrak di China untuk Jadi Budak Seks

Untuk menipu kedua korban, pelaku menerima upah sebesar Rp 6 juta (sebelumnya tertulis Rp 600.000) hingga Rp 8 juta sebulan. Artinya, kemungkinan ada banyak korban yang ditipu oleh pelaku FA. 

Saat ini, polisi terus mengembangkan penyidikan. Jika ada korban lainnya, diminta melapor ke Mapolres Lhokseumawe. “Kami ungkap setuntas-tuntasnya,” tegas Iptu Riski.

Sebelumnya diberitakan dua remaja asal Aceh dipekerjakan menjadi PSK di Malaysia. Mereka ditipu dengan janji bekerja sebagai pekerja kafe di Malaysia. Setiba di sana, mereka disekap dan diminta melayani pria hidung belang.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X