Kebut PAW Anggota DPRD Kota Malang, Semua Pihak Kerja Dalam Satu Ruangan

Kompas.com - 07/09/2018, 18:42 WIB
Sejumlah pihak yang terkait dengan proses PAW bekerja dalam satu ruangan di Ruang Rapat Internal Gedung DPRD Kota Malang, Jumat (7/9/2018) KOMPAS.com / Andi HartikSejumlah pihak yang terkait dengan proses PAW bekerja dalam satu ruangan di Ruang Rapat Internal Gedung DPRD Kota Malang, Jumat (7/9/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Proses pergantian antar waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Kota Malang terus dikebut, Jumat (7/9/2018).

Sejumlah pimpinan partai politik sudah menyodorkan nama-nama untuk menggantikan anggota DPRD Kota Malang yang terjerat kasus suap.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Pemerintah Kota Malang dan Sekretariat DPRD Kota Malang serta Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Malang, Pengadilan Negeri Kota Malang dan Polres Malang Kota bekerja ekstra memverifikasi persyaratan terhadap nama-nama yang diajukan oleh partai politik.

Mereka yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) PAW bekerja dalam satu ruangan, yakni di ruang rapat internal lantai tiga gedung DPRD Kota Malang untuk mempercepat proses PAW tersebut.

Ketua KPU Kota Malang, Zaenudin mengatakan, sampai sejauh ini masih ada satu partai yang proses PAW-nya sudah rampung. Yaitu proses PAW yang dilakukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Partai bermoncong putih itu melakukan PAW terhadap semua kadernya yang sudah ditahan oleh KPK.

"Sampai saat ini yang sudah selesai proses PAW-nya dari PDI Perjuangan sebanyak sembilan orang," katanya di gedung DPRD Kota Malang.

Baca juga: Kembalikan Uang Suap, Anggota DPRD Kota Malang Ini Lepas dari Status Tersangka

Sementara itu, untuk partai yang lainnya masih dalam proses pemberkasan. Seperti Partai Demokrat, Partai Golkar dan Partai NasDem.

"Demokrat, Golkar dan NasDem sudah masuk. Tapi belum kami finalisasi karena masih pemberkasan," ungkapnya.

Meskipun dikebut, proses PAW dipastikan tetap mengikuti mekanisme yang berlaku. Termasuk harus ada rekomendasi dewan pengurus pusat dari partai yang bersangkutan, pemenuhan berkas sesuai dengan PKPU, persetujuan pimpinan DPRD dan Plt Wali Kota Malang serta pengajuan terhadap gubernur Jawa Timur.

"Prinsip kami berpegang pada PKPU. Kalau berkas sesuai dengan aturan yang ada kami langsung serahkan ke DPRD," katanya.

Plt Ketua DPRD Kota Malang, Abdurrochman mengatakan, semua proses PAW ditarget selesai pada pekan ini, sehingga pada Hari Senin (10/9/2018) pekan depan sudah bisa dilakukan pelantikan.

"Target Senin sudah di-PAW semua. Tapi jika belum semua, berapapun langsung pelantikan. Untuk yang belum menyusul nanti pelantikan lagi," katanya.

Baca juga: 5 Anggota DPRD Kota Malang yang Tersisa Tunggu Hasil PAW untuk Jalankan Fungsinya

Sampai sejauh ini, 40 kursi DPRD Kota Malang masih kosong pasca-terungkapnya suap massal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari 41 anggota DPRD Kota Malang yang terlibat, hanya Yaqud Ananda Gudban yang sudah selesai di-PAW. Sebab, politisi Partai Hanura itu terlebih dahulu mundur sebelum jadi tersangka karena mencalonkan diri sebagai wali kota Malang dalam Pilkada Serentak 2018.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X