Daerah Ini Surga Nasi Kuning Nusantara

Kompas.com - 07/09/2018, 15:36 WIB
Nasi kuning yang berbungkus daun pisang dengan beragam lauk sajian Tabongo Center selalu menjadi pilihan banyak orang.KOMPAS.COM/ROSYID AZHAR Nasi kuning yang berbungkus daun pisang dengan beragam lauk sajian Tabongo Center selalu menjadi pilihan banyak orang.

GORONTALO, KOMPAS.comNasi kuning adalah makanan yang paling banyak dijual dan diminati masyarakat di Gorontalo.

Beragam cita rasa nasi kuning ditawarkan untuk menjadi pilihan, mulai dari yang dimasak tanpa santan hingga yang dipenuhi kuah kaldu belulang sapi.

Ada juga nasi kuning yang menggunakan abon cakalang, penggalan ikan laut, daging ayam yang disuwir-suwir, atau bersanding dengan daging kerang yang lezat.


“Sejak dulu Gorontalo memang banyak yang jual nasi kuning, sekarang lebih banyak lagi dan lebih beragam lauk yang menyertainya,” kata Sartika P Nur, penggiat pariwisata yang juga pedagang nasi kuning Tabongo Center, Jumat (7/9/2018).

Sartika yang rumahnya berada di luar Kota Gorontalo tak surut menawarkan nasi kuning andalannya, dimasak tanpa santan. Orderan setiap hari mengalir, berganti orang atau pelanggan setianya.

Baca juga: Kenduri Tumpeng Nasi Kuning untuk Prestasi Indonesia di Asian Games 2018

Ada banyak orang seperti Sartika P Nur, mereka menggelar dagangannya di sekolah, di lorong-lorong, belakang kantor, rumah makan, di pinggir jalan, bahkan restorang besar pun ada yang menyajikan.

“Mulai harga Rp 3 ribu sampai belasan ribu juga ada, semua dengan kekhasan cita rasa masing-masing,” kata Wawan Akuba, warga kota yang menyukai nasi kuning.

Menu ini bisa dinikmati mulai pagi hingga menjelang pagi, 24 jam non stop dengan berganti pedagang dan lokasi. Tidak sulit menemukan pedagang nasi kuning di Gorontalo.

Dunia pariwisata yang bergeliat di Gorontalo menambah denyut nasi kuning yang disajikan para pedagang. Para tamu yang berasal dari luar daerah biasanya mencicipi cita rasa khas nasi kuning Gorontalo, terutama yang menyajikan abon cakalang yang sudah terlanjur kondang.

“Pembinaan kepada pengelola rumah makan atau hotel sering kami lakukan, bagaimana menjadi tuan rumah yang baik agar wisatawan yang datang ke Gorontalo semakin banyak dan merasa di rumah sendiri,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Nancy Lahay.

Nasi kuning telah menghidupi ribuan orang, mengalirkan uang receh dari keluarga ke keluarga, ke pasar, ke petani, ke pedagang dan banyak lagi. Nasi kuning setiap pagi memberi energi juga semangat hidup.




Close Ads X