Rupiah Melorot, Ganjar Minta Transaski Uang Asing Dikurangi

Kompas.com - 06/09/2018, 18:47 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar PranowoDok. Humas Pemprov Jateng Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut mengomentari meroketnya mata uang rupiah terhadap dollar AS yang hampir mencapai Rp 15.000.

Hal tersebut disinggung saat menyampaikan program kerja tahun 2018-2023 di Semarang, Kamis (6/9/2018).

Ganjar meminta penggunaan mata uang asing dalam setiap transaksi dikurangi. Hal itu salah satunya karena impor bahan baku perusahaan tekstil asal Jawa Tengah cukup tinggi.

"Kita mendorong untuk meminimalkan mata uang asing," kata Ganjar.


Pria 49 tahun ini mengatakan, lantaran rupiah melemah, pemerintah akan mendorong produk-produk lokal dapat menembus pasar ekspor.

"Sekarang harus didorong agar produk lokal bisa diekspor. Kekuatan impor tidak bisa ditahan ketika kita tidak bisa memproduksi sendiri. Maka, kita coba mengatur ulang, salah satunya dengan mengimbangi produk dalam negeri untuk ekspor," tandasnya.

Baca juga: Ganjar Pranowo Pertanyakan Maksud Gerakan #2019GantiPresiden

Ia mencontohkan, kopi asal Jawa Tengah mulai menembus pasar luar seperti Korea Selatan dan sebagainya.

Komoditas kopi dan komoditas lain berpeluang dikirim keluar jika didorong dengan baik.

"Kopi kita bagus, tekstil bahan dasar oke, tapi kalau sudah jadi diekspor juga bagus," tambahnya.

Baca juga: Ganjar: Tidak Ada Program Kerja 100 Hari

Mata uang rupiah belakangan terus melemah hingga hampir mencapai Rp 15.000 per 1 dollar AS. Hal itu turut menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak.



Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X