Nama-nama Korban Truk Brimob yang Terguling di Mojokerto

Kompas.com - 06/09/2018, 18:40 WIB
Truk angkut Brimob yang terguling di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto Humas Polda JatimTruk angkut Brimob yang terguling di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto

SURABAYA, KOMPAS.com - Truk angkut Brimob bernomor polisi 17536-X dari Den C Madiun yang terguling di Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, saat pengamanan kunjungan Presiden Jokowi membawa 5 anggota polisi.

Satu anggota polisi di antaranya meninggal dunia. Korban bertugas sebagai komandan peleton atas nama Aiptu Handi Eko (43).

"Korban meninggal sedang diproses untuk dibawa ke rumah duka di Madiun," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, saat dikonfirmasi, Kamis (6/9/2019).

Empat lainnya yang mengalami luka, yakni Brigadir Muklis (33), Bripka Suryadi (42), Bripka Agus Sujarwanto (42), dan Aiptu Heri Santoso (43). Semuanya adalah anggota Satbrimob Polda Jatim.

Sementara warga yang juga menjadi korban adalah Kasan (53), warga Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Baca juga: Amankan Kunjungan Jokowi, Truk Brimob Terguling, 1 Polisi Meninggal

Barung mengatakan, semua korban luka berasal dari anggota polisi dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

"Korban warga sipil rencananya akan dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya," tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X